Breaking News:

Rumah Mewah Picandi Disita

Rumah Mewah Picandi Moscojaya di Lubuklinggau Disita, Tersangka Antigen Bekas Bandara Kualanamu

Rumah mewah Picandi Moscojaya tersangka penggunaan alat tes antigen bekas di Bandara Kualanamu disita polisi.

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Vanda Rosetiati

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Rumah mewah tersangka penggunaan alat tes antigen bekas di Bandara Kualanamu Medan Sumatra Utara (Sumut) Picandi Moscojaya (45 tahun) disita Polisi.

Saat ini rumah mewah di Griya Pasar Ikan Jalan Merbau, Kelurahan Simpang Periuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II Kota Lubuklinggau Sumsel ini telah di pasang garis polisi.

Selain garis polisi, rumah mewah dua lantai tepat diseberang jalan rumah lamanya juga dipasang pengumuman bahwa rumah tersebut disita negara.

Dalam spanduk itu bertuliskan penyitaan dilakukan Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Sumetera Utara Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus berdasarkan Surat perintah penyitaan nomor : Sp. Sita/79/VIII/2021/ tanggal 4 Agustus 2021.

Kedua Penetapan Penyitaan Pengadilan Negeri Lubuklinggau : Nomor 573/Pen.Pid/2021/PN Llg 18 Agustus 2021.

Menyatakan Tanah dan bangunan ini telah disita dalam perkara tindak pidana kesehatan dan tindak pidana pencucian uang atas nama Picandi Moscojaya.

Tris warga setempat mengatakan pemasangan police line dan baliho tersebut dilakukan oleh pihak kepolisian Kamis (26/8/2021) lalu.

"Kemarin-kemarin belum dipasang, tapi kemarin saat lewat kami lihat sudah terpasang tertulis disita negara," kata Tris pada Tribunsumsel.com.

Pantauan dilapangan kondisi pembangunan rumah megah tersebut masih seperti dulu, saat ini dalam tahap closing, kayu-kayu penyangga coran bangunan rumah masih terlihat terpasang belum di lepas oleh para tukang.

Sementara dibagian dalam sebagian relief rumah telah terpasang, termasuk pagar besi di depan rumah telah dipasang dan sudah selesai dilakukan pengecatan.

Ketua RT 07, Kelurahan Simpang Periuk Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Muslim menyampaikan saat penyitaan dilakukan oleh pihak kepolisian ia sedang tidak ada di rumah.

"Saat itu Kamis (26/8) pagi ketika pihak kepolisian datang untuk melakukan penyitaan saya tidak ada di rumah, kemudian mereka langsung melakukan pemasangan tanda penyitaan," ungkapnya.

Kemudian, pada malam harinya petugas kepolisian kembali datang lagi menemuinya di rumah, karena ada berkas yang harus ditanda tangani olehnya selaku ketua ketua RT.

"Malamnya datang lagi karena saya harus tanda tangan, mengingat rumah Picandi masuk RT 07," tambahnya. 

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved