Breaking News:

Perahu Meledak di Banyuasin

Luka Bakar Mulai Berair, Sanudin Serang Perahu Meledak di Banyuasin Dirawat di Rumah, Tak Ada Uang

Serang sekaligus pemilik perahu getek Doa Sejati, Sarudin memilih untuk dirawat di rumah. Hal ini, dikarena tidak punya biaya.

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Vanda Rosetiati

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Serang sekaligus pemilik perahu getek Doa Sejati, Sarudin memilih untuk dirawat di rumah. Hal ini, dikarenakan tidak punya biaya untuk mendapat perawatan di rumah sakit yang ada di Palembang.

Menurut Anton, pamannya tersebut memilih untuk di rawat bidan desa ketimbang di rawat di rumah sakit di Palembang. Meski, bidan desa sudah menyarankan untuk dirujuk ke rumah sakit yang ada di Palembang.

"Uang tidak ada, bagaimana nanti biayanya. Makanya, paman memilih untuk di rawat di rumah saja. Namanya orang susah, bagaimana dapat uang untuk biaya perawatan," katanya, Kamis (26/8/2021).

Anton melanjutkan, bila ketiga korban ini masih satu keluarga. Pekerjaan mereka selama 10 tahun ini memang mengangkut BBM. Dengan adanya kejadian ini, ketiga korban bakal kehilangan mata pencarian. Terlebih, perahu getek yang digunakan untuk mengangkut BBM hangus terbakar tak tersisa.

"Untuk kondisi paman yang bernama Sarudin, masih di rawat di rumah. Katanya mulai enakan, tapi memang luka bakarnya mulai bengkak-bengkak. Makanya, keluarga juga jadi bingung. Untuk di rawat ke Palembang, biaya tidak ada," pungkasnya.

Angkut BBM

Sebelumnya, perahu getek Doa Sejati yang mengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) meledak dan hangus terbakar di perairan Sungai Musi Desa Upang Marga Kecamatan Air Salek Kabupaten Banyuasin, Rabu (25/8/2021) sekitar pukul 21.20 WIB.

Tiga orang yang ada di dalam yakni Sanudin (46), Maridun (38) dan Ruslan (53) warga Desa Upang Marga Kecamatan Air Salek, berhasil menyelamatkan diri dengan cara terjun ke sungai.

Namun, ketiganya mengalami luka bakar lantaran terkena api saat menyambar drum berisikan BBM di perahu getek tersebut.

Sanudin, pemilik getek mengalami luka bakar di tubuhnya, tetapi tidak sampai harus dilarikan ke rumah sakit. Hanya dirawat di rumah saja.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved