Breaking News:

Berita Palembang

Doa Yasinan Percha Leanpuri, Herman Deru Kenang Percha yang Berpendirian Teguh

Doa yasinan malam ketujuh untuk almarhumah Hj Percha Leanpuri, putri sulung Gubernur Sumsel Herman Deru berlangsung di Griya Agung

Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Yohanes Tri Nugroho

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Doa yasinan malam ketujuh untuk almarhumah Hj Percha Leanpuri, putri sulung Gubernur Sumsel Herman Deru berlangsung di Griya Agung, Kamis (26/8/2021) malam. 

Doa yasinan dilakukan ba'da Isya atau setelah shalat Isya. 

Sebelumnya sebagian tamu undangan mengikuti shalat Isya berjamaah.

Beberapa undangan ada yang berdiri di luar Griya Agung menjelang acara dimulai. 

Selain Gubernur Sumsel Herman Deru dan keluarga besar, sejumlah pejabat Sumsel turut hadir, diantaranya Wakil Gubernur Mawardi Yahya, Plh Sekda Provinsi Sumsel Ahmad Najib

Wali Kota Palembang Harnojoyo, Wali Kota Prabumulih Ridho Yahya, Dirut Bank Sumsel Babel Achmad Syamsuddin, Prof Yuwono, dan pejabat Pemerintah Provinsi Sumsel lainnya. 

Selain di Griya Agung acara juga dihadiri undangan yang berlangsung via zoom. 

Pembacaan Surat Yasin dipimpin oleh Ustadz H Abdurro'f Dafi dan tahlil dibacakan Kgs M Farhan Alhafidz. 

Dalam sambutannya Gubernur Sumsel Herman Deru mengungkapkan betapa bersyukurnya ia dan keluarga dititipkan oleh Allah Swt seorang anak yang mampu memberinya banyak pelajaran hidup. 

"Ananda Percha dari perjalanan dia hidup sampai sakratul maut memberikan saya pelajaran bahwa tidak ada yang lebih besar daripada Allah SWT. Kita terkhususnya saya mendapatkan banyak pelajaran atas wafatnya anada Percha. Bagaimana menyikapi kualitas hidup, ternyata kualitas hidup tidak diukur dari panjang dan pendek usia. Tapi bagaimana kita mengisi kehidupan, " tutur Deru. 

Ia mengenang bagaimana begitu banyaknya sisi baik mendiang Percha dimata banyak orang, namun almarhumah putri sulungnya itu bisa membuat hal itu menjadi sisi berbeda. 

Meskipun wanita, Deru mengakui jika sosok Percha memiliki pendirian teguh dan keras tapi tidak pernah mendengar bahwa dia dicap sebagai orang yang bengis. 

"Ananda itu berwatak keras tapi tidak pernah tampak bengis. Percha dinilai orang sebagai wanita yang wanita lembut, tapi tidak pernah dicap wanita cengeng. Dimata kami ananda sosok murah hati tapi tidak pernah dikenal sebagai manusia yang royal, " ujarnya. 

Baca juga: Kenang Percha Leanpuri, Herman Deru: Percha Belum Pernah Kena Marah, Karena Saya Tidak Punya Alasan

Ia berterimakasih dengan tamu undangan, kerabat, dan masyarakat yang hampir setiap hari terlihat mendatangi makam Almarhumah Percha Leanpuri 

"Kekuatan kami kekuatan Percha, saya yakin tidak pernah lepas karena doa bapak ibu sekalian. Saya atas nama pribadi sebagai orang tua Percha, Ibu Percha, suami, anak dan saudara Percha menyampaikan terimakasih setinggi-tingginya, " pungkasnya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved