Hari Polwan 2021

Hari Polwan Diperingati Setiap Tanggal Berapa? Ini Sejarah Lahirnya Polisi Wanita di Indonesia

Pembentukan polisi wanita bermula saat terdapat kesulitan-kesulitan pada pemeriksaan korban, tersangka ataupun saksi wanita terutama pemeriksaan fisik

Editor: Wawan Perdana
Humas Polda Sumsel
Foto Ilustrasi Polwan : Audiali, Polwan yang bertugas di di Spripim Polda Sumatera Selatan. Ia awalnya berprofesi sebagai atlet catur putri Sumsel. 

TRIBUNSUMSEL.COM-Polisi wanita atau biasa disingkat polwan memiliki sejarah perjalanan yang panjang di Indonesia. Hari Polwan diperingati setiap tanggal 1 September.

Polwan di Indonesia pada tahun 2021 memasuki usia ke-73 tahun.

Ada enam wanita yang menjadi Polwan pertama di Indonesia yakni Mariana Saanin, Nelly Pauna, Rosmalina Loekman, Dahniar Sukotjo, Djasmainar, Rosnalia Taher.

Sejarah Berdiri Polwan :

Pembentukan polisi wanita bermula saat terdapat kesulitan-kesulitan pada pemeriksaan korban, tersangka ataupun saksi wanita terutama pemeriksaan fisik untuk menangani sebuah kasus.

Dalam koleksi Pusat Sejarah Polri 2014 yang berjudul "Polisi Wanita dalam Lintasan Sejarah Polri" diceritakan, pasca negara baru merdeka, rakyat krisis akan pendidikan.

Tidak banyak rakyat, termasuk kaum kepolisian, yang memiliki latar pendidikan baik.

Kinerja polisi masih sangat dipengaruhi oleh karakter kerja polisi zaman penjajahan yang keras dan berjarak dengan rakyat.

Namun, pemerintah pada masa itu tahu bahwa sikap keras seperti itu tidak bisa terus diterapkan.

Agar kepercayaan terhadap polisi bisa didapatkan, polisi perlu membangun karakter ramah dan dekat pada rakyat. Masalah semakin muncul ketika banyak wanita dari Singapura yang melakukan pelarian ke wilayah pemerintahan Indonesia.

Sebelum diperbolehkan masuk, mereka harus melalui pemeriksaan badan terlebih dahulu.

Akan tetapi, mereka menolak dengan keras untuk diperiksa secara keseluruhan oleh polisi laki-laki. Polisi laki-laki tidak bisa melakukan pemeriksaan badan secara langsung. Pemeriksaan pun dilakukan dengan bantuan dari istri-istri polri dan pegawai sipil wanita untuk melaksanakan tugas pemeriksaan fisik.

Organisasi wanita dan organisasi wanita Islam di Bukittinggi berinisiatif mengajukan usulan kepada pemerintah agar wanita diikutsertakan dalam pendidikan kepolisian untuk menangani masalah tersebut.

Cabang Djawatan Kepolisian Negara untuk Sumatera yang berkedudukan di Bukittinggi memberikan kesempatan mendidik wanita-wanita pilihan untuk menjadi polisi.

Pada tanggal 1 September 1948 secara resmi disertakan 6 (enam) siswa wanita.

Enam wanita itu mulai mengikuti pendidikan inspektur polisi bersama dengan 44 (empat puluh empat) siswa laki-laki di SPN Bukittinggi.

Sejak saat itu tanggal 1 September diperingati sebagai hari lahirnya polisi wanita (Polwan).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dan museumpolri.org

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved