Berita Nasional
Potret Baru Ryan Jombang dan Bahar Bin Smith yang Dikabarkan Berselisih di Lapas, Kini Diklaim Damai
Ryan Jombang dan Bahar Bin Smith diklaim sudah damai setelah dikabarkan sempat berselisih di Lapas Gunung Sindur
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fandi Permana
TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA - Potret baru Ryan Jombang dan Bahar bin Smith dibagikan oleh Kalapas Gunung Sindur Mujiarto setelah keduanya dikabarkan berselisih di dalam Lapas.
Dalam foto yang dibagikan, nampak Ryan dan Bahar tersenyum menghadap kamera.
Mujiarto mengklaim jika perselisihan Ryan Jombang dan Bahar bin Smith berujung damai.
Setelah diklaim damai, kedua narapidana itu akan dilanjutkan dengan pembinaan.
"Salah satu tujuannya adalah agar mereka menyadari perbuatannya dan tetap aktif mengikuti pembinaan agar dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang baik," ucap Mujiarto dalam keterangan resminya, Jumat (20/8/2021).
Mujiarto mengungkapkan permasalahan keduanya sudah diselesaikan secara internal dan dimediasi oleh pihak lapas.
Ia juga kembali menegaskan, bahwa Bahar dan Ryan sudah sepakat untuk berdamai.
"Yang jelas perselisihan sudah selesai dan mereka pun kembali mengikuti aturan-aturan dan program pembinaan yang diberikan pihak lapas," kata dia.
Menurut Mujiarto, pangkal masalah yang sempat menghebohkan publik itu dipicu karena kesalahpahaman.
Dia menyebut permasalahan pribadi seperti yang dialami keduanya biasa terjadi di dalam lapas.
"Itu permasalahan pribadi saja dan memang bisa terjadi terhadap siapapun, termasuk di lingkungan Lapas."
"Di sini tugas kita menyatukan orang-orang yang mempunyai latar belakang dan kepribadian berbeda, itu bukan hal yang mudah. Untuk itu pembinaan terus diberikan kepada narapidana, termasuk mereka berdua," tuturnya.
Dalam foto itu, Bahar dan Ryan terlihat saling melempar senyum.
Raut wajah Ryan sebelumnya diberitakan memar dan bengkak akibat bogem mentah dari Bahar.
Baca juga: Alasan Ryan Jombang Belum Dieksekusi setelah Divonis Hukuman Mati Sejak 2009
Namun, wajah Ryan tampak baik-baik saja tanpa ada luka lebam atau lecet.
Foto keduanya bersama Kalapas Gunung Sindur diabadikan oleh Ditjen PAS sebagai bukti bahwa keduanya telah berdamai.
"Kita bagikan foto itu sebagai satu bukti mereka sudah berdamai," kata Kabag Humas dan Protokol Ditjenpas Rika Aprianti kepada wartawan , Kamis (19/8/2021).
Kuasa Hukum Sebut Tangan Ryan Disayat
Habib Bahar Bin Smith diduga menggunakan pisau saat menyayat tangan Very Idham Henyansyah alias Ryan Jombang dengan tulisan pengkhianat di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat pada Senin (16/8/2021) lalu.
Demikian disampaikan oleh Kuasa Hukum Ryan Jombang, Kasman Sangaji.
Kasman mengaku tidak mengetahui motif Habib Bahar melakukan penyiksaan itu terhadap kliennya.
Namun, Kasman menuturkan Habib Bahar Bin Smith sempat terlibat utang dengan kliennya sebesar Rp10 juta.
Baca juga: Kondisi Ryan Jombang setelah Cekcok dengan Bahar Bin Smith, Kuasa Hukum Berencana Buat Laporan
Ia mengaku tak mengetahui apakah hal ini menjadi motif tunggal Habib Bahar melakukan penganiayaan.
"Pakai pisau disayatnya. Motifnya belum tau," kata Kasman saat dikonfirmasi, Jumat (20/8/2021).
Kasman menyampaikan Habib Bahar diduga tak dibantu siapa pun saat tengah menganiaya Ryan Jombang.
Dia bilang, Habib Bahar melakukanya dengan tangannya sendiri.
"(Ryan) nggak dikeroyok. Habib bahar sendiri yang pelakunya," ujar dia.
Kasman kemudian menjelaskan alasan kliennya tidak melakukan perlawanan saat disayat oleh Habib Bahar di bagian tangan dengan tulisan pengkhianat.
Kepada kuasa hukum, Ryan mengaku takut dimarahi petugas jika melakukan pertengkaran. Ryan juga mengaku tak mau membuat keributan di dalam lapas.
"Karena dia takut sama petugas dan tidak mau membuat keributan," tukasnya.
Baca juga: Siapa Ryan Jombang, Tahanan yang Ribut dengan Bahar Bin Smith Diduga Soal Utang, Ini Rekam Jejaknya
Kronologis Versi Dirjen Pas dan Lapas Gunung Sindur
Diberitakan sebelumnya, Habib Bahar bin Smith dikabarkan terlibat percekcokan dengan Ryan Jombang di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/8/2021).
Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Rika Aprianti mengatakan, permasalahan yang melibatkan Habib Bahar dan Ryan Jombang sudah selesai.
"Itu sudah selesai. Sudah tidak ada masalah. Namanya ada sedikit konflik. Itu sudah terselesaikan," kata Rika kepada Tribunnews.com, Rabu (18/8/2021).
Rika menyebut permasalahan biasa terjadi antar sesama penghuni lapas.
Dikarenakan latar belakang dan kepribadian tiap warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang berbeda-beda.
"Itu permasalahan pribadi antar dua orang, itu memang bisa terjadi dengan siapapun termasuk di dalam lapas. Orang-orang yang punya latar belakang, kepribadian berbeda, tapi semuanya sudah diselesaikan," katanya.
Setelah pertikaian tersebut, kata Rika, pihak Lapas Gunung Sindur akan mengarahkan Habib Bahar dan Ryan Jombang mengikuti pembinaan.
"Yang salah kita arahkan untuk menyadari perilaku mereka yang tidak benar, baik secara hukum maupun sosial dan juga agama," kata dia.
Dikonfirmasi terpisah, Kalapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur Mujiarto menuturkan, perselisihan antara Habib Bahar dan Ryan Jombang disebabkan persoalan uang.
"Masalah tentang uanglah dan dengan pengacaranya itu sudah selesai," kata Mujiarto.
Ia mengungkapkan, keduanya sempat adu mulut kemudian terjadi perkelahian, tapi dipastikan tak ada yang terluka berat akibat perkelahian itu.
"Adu mulut, disentil, dipukullah itu Ryan Jombang, tapi dua pihak itu sudah memahami," kata Mujiarto.
Diketahui, Ryan Jombang tercatat telah membunuh 11 orang di Jakarta dan Jombang, kampung halamannya dengan rentang waktu 2006 hingga 2008.
Kasusnya terbongkar dimulai dengan penemuan potongan tubuh Heri Santoso (40) seorang manager di perusahaan swasta di Jakarta, di dekat Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan pada 12 Juli 2008.
Dia dijatuhi hukuman mati, namun hingga saat ini belum kunjung dieksekusi.
Sementara, Habib Bahar bin Smith divonis 3 tahun dalam kasus penganiayaan terhadap dua orang remaja.
Kronologis Versi Kuasa Hukum Ryan Jombang
Very Idham Henyansyah alias Ryan Jombang mengalami penganiayaan oleh Habib Bahar Bin Smith saat di dalam Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat. Tak hanya Habib Bahar, pengeroyokan diduga melibatkan pihak luar lapas.
Demikian disampaikan oleh Kuasa Hukum Very Idham Henyansyah alias Ryan Jombang, Benny Daga. Menurut Benny, insiden penganiayaan itu berlangsung pada pukul 12.00 WIB pada Senin 16 Agustus 2021 lalu.
"Peristiwa itu terjadinya di hari Senin itu siang terjadinya persis jam 12 siang (16 Agustus 2021)," kata Benny saat mendatangi Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (19/8/2021).
Penganiayaan tersebut dimulai saat Ryan akan menunaikan salat Dzuhur. Ketika itu, Ryan Jombang dipanggil oleh petugas ke luar area lapas.
Ternyata, kata Benny, Habib Bahar dan sejumlah massa telah menunggu kedatangan kliennya. Herannya, massa yang berkumpul banyak yang bukan penghuni Lapas Gunung Sindur.
"Saat klien kami Ryan ini hendak berangkat salat ke masjid, lalu dipanggil petugas lapas. Datang ke depan ternyata begitu klien kami ke depan, rupanya di depan sudah ada massa dengan jumlah banyak. Massa itu massa dari luar, bukan massa dari lapas," ujarnya.
Pada lokasi itu, Benny menuturkan kliennya mengalami sejumlah penganiayaan hingga babak belur. Bahkan, ada beberapa luka sayatan di bagian tubuhnya.
"Saya orang pertama yang datang ke sana. Persis saya datang itu jam 7 malam. Dan saya dapat berita valid. Ketika saya datang kesana Ryan dalam kondisi tertidur. Jadi mukanya sudah habis babak belur. Lalu ada bekas sayatan luka luka di tangan," ungkapnya.
Lebih lanjut, Benny menuturkan penganiayaan tersebut didasari Habib Bahar yang meminjam uang kepada Ryan. Jumlahnya total Rp10 juta yang dilakukan secara bertahap.
"Dugaan penganiayaan itu karena klien kami uangnya dipinjam beberapa kali oleh Habib Bahar secara bertahap dengan jumlah tertentu. Lalu ketika hendak diminta kembali uangnya tidak pernah dikembalikan. Yang ada klien kami dianiaya," ujarnya.
Hingga kini, ia menuturkan Ryan masih tengah menjalani perawatan di klinik Lapas Gunung Sindur.
"Sampai hari ini masih dirawat. Di klinik. Dirawat di klinik lapas," tukasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/ryan-jombang-dan-bahar-bin-smithh.jpg)