Breaking News:

Chrissia Fio, Violinis Cantik Asal Palembang Sukses Tempuh Pendidikan Bermusik 

Sekali Dayung Dua tiga pulau terlampaui, mungkin pepatah ini bisa menggambarkan keseharian yang kini dijalani sosok

Editor: Prawira Maulana

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Sekali Dayung Dua tiga pulau terlampaui, mungkin pepatah ini bisa menggambarkan keseharian yang kini dijalani sosok dua perempuan cantik, warga asli Kota Palembang yang menekuni dunia musik sembari menempuh pendidikan di luar negeri. 

Dua sosok membanggakan itu, Chrissia Fio Monica, BMus, MMus, Musisi dan Guru Musik yang tengah menempus pendidikan Pasca Sarjana di Australia dan juga Lala Gozali ST Musisi, Composer dan Musisi Director

Memulai cerita di Sumsel Virtual Fest (SVF) yang disiarkan langsung di Sripoku TV dan Tribun Sumsel, Sabtu (14/8/2021). 

Fio mengawali aktivitasnya dibidang musik dari dorongan sang mama yang mengikutkannya untuk les piano bersama sepupunya yang juga ikut les biola. Nyatanya, Lama-lama ia mulai menyukai alat musik dan meneruskan kecintaannya terhadap musik dengan serius menempuh pendidikan jl khusus jurusan bermusik di luar negeri. 

"Awalnya pendidikan di Malaysia, untuk masuk sana harus ada persiapan satu tahun bukan di Indonesia tapi tetap di Malaysia dan di sana statusnya saya lulusan SMP, tidak ada Ijazah SMA. Soalnya, di 2014 saat masuk ke Malaysia terhitung kelas 11 dan akhirnya saya lanjutkan kelas 12 saja karena memang konsen untuk pendidikan musik. Selama foundation atau persiapan satu tahun disana setara dengan kelas 11 dan 12 di Indonesia, " Katanya

Menurutnya, perbedaan saat pertama kali masuk pendidikan bermusik banyak dirasakannya, seperti di Malaysia nyatanya mereka yang belajar bermusik jauh lebih banyak saat dia berada di Palembang. Selain itu, masuk di tahun pertama saja kualitas bermusik nya sudah terbilang jago. 

"Tapi ini justru mendorong saya agar semakin semangat untuk belajar bermusik," Ujarnya 

Fio Sendiri meski saat awal menekuni musik piano dan sudah grade 8, ternyata ia lebih tertarik untuk meningkatkan kualitas bermusik biolanya. Ia bahkan ingin agar kemampuannya bisa setara dengan permainan pianonya. "Bisa dikatakan saat itu masih cari jati diri, lama-lama setelah itu mulailah konsen untuk ke biola. Memang di Palembang sudah ada pemusik yang bermain  biola tapi belum banyak, " Katanya. 

Soal genre bermusik, perempuan berambut panjang itu memilih Orchestra untuk meningkatkan kemampuannya. Beberapa kali melakukan permainan musik baik classic dan orchestra menurutnya orchestra lebih seru dan menantang baginya karena dengan jumlah pemain yang banyak. 

"Kalau disuruh milih main dimana pasti orchestra, " Ujarnya. 

Sementara itu, Lala Gozali ST yang juga pernah menjadi guru Fio menceritakan, bangganya ia bisa melihat capaian Fio saat ini. Dimana diusia 23 tahun Fio sudah hampir merampungkan pendidikan pascasarjananya. 

"Di Palembang anak-anak mudah yang terjun ke pendidikan musik bisa dikatakan sedikit, ada tapi lebih ke alat-alat band atau bermusik band pada umumnya bukan yang konsen ke pendidikan bermusik. Bisa dibilang jurusan bermusik atau jadi musisi itu bukan prioritas, masih banyak yang memiliki jadi dokter dan lain-lain, " Katanya.

Ia pun berharap, kelak Fio dengan usia masih terbilang muda bisa ikut meracuni anak-anak muda untuk mau dan tak ragu menempuh pendidikan bermusik karena peluang untuk itu masih sangat besar khususnya di Palembang. 

"Untuk orang tua ataupun anak-anak yang tertarik dalam bermusik jangan takut untuk mencoba. Kadang kala ada titik jenuh namun itu bagian dari proses pembelajaran. Dengan keseriusan dan kecintaan mereka terhadap bermusik akan berbuah manis jika diarahkan dengan baik, " Tutupnya. (Yak) 

Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved