Berita Palembang

Syarat dan Ketentuan Potongan PPN Rumah Komersil, Berlaku Hingga Akhir Tahun

Beli rumah komersil dapat potongan PPN. Simak aturan, syarat dan ketentuan mendapatkan potongan PPN.

Penulis: Hartati | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/HARTATI
Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Sumatera Selatan (Sumsel) Zawwy Salim menjelaskan aturan mendapatkan Potongan PPN pembelian rumah Komersil. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pemerintah resmi memperpanjang Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 21 tahun 2021 yang mengatur upaya pemerintah meningkatkan daya beli masyarakat di sektor industri perumahan guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dengan memberikan potongan Pajak Penambahan Nilai (PPN) 10 persen hingga akhir tahun.

Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Sumatera Selatan (Sumsel) Zawwy Salim mengatakan kebijakan ini sudah digulirkan pemerintah sejak Maret laku hingga 31 Agustus, tapi resmi diperpanjang sejak tiga hari lalu dengan PMK 103 tahun 2021.

"Kabar gembira bagi masyarakat yang akan membeli rumah akan mendapatkan potongan PPN 10 persen dari nilai rumah tersebut sehingga harganya bisa lebih murah," ujar Zawwy Salim saat diwawancarai, Jumat (13/8/2021).

Potongan PPN 10 persen ini hanya berlaku untuk rumah komersil dengan harga maksimal Rp 5 miliar.

Syarat untuk mendapatkan potongan PPN ini mudah.

Bagi pengembang, tinggal daftarkan perusahaannya pada aplikasi Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (SiKumbang).

Kemudian isi data Pengembang harus menuliskan dimana lokasi perumahan, lokasi lokasi projek  yang dibangun dan mengisi profil perusahaan.

Sementara itu bagi konsumen yang akan mendapatkan potongan PPN 10 persen caranya mudah.

Segera beli rumah komersil dengan batas harga maksimal Rp 5 miliar hingga 31 Desember.

Pastikan rumah yang dibeli ready stock sehingga saat akan tanda tangan akta jual beli masih dalam rentang waktu program PEN ini, bukan baru akan dibangun karena khawatir saat selesai dibangun sudah melebihi batas waktu program potongan PPN 10 persen sehingga kebijakan tidak berlaku lagi.

Konsumen cukup mendatangi pengembang yang diinginkan akan dan memilih rumah yang akan dibeli.

Selanjutnya pengembangan yang akan langsung mendaftarkan rumah tersebut pada Sikumbang dan konsumen tinggal menunggu hasilnya saja dan tanda tangan akta jual beli saja.

"Syarat administrasi lainnya sama dengan administrasi pembelian rumah MBR yakni identitas diri dan pasangan, buku nikah, slip gaji hingga NPWP dan data lainnya," terang pria yang akrab disapa Awi itu.

Baca juga: Perolehan Pencapaian Pajak Banyuasin Baru 40 Persen dari Target Rp 231 Miliar

Secara umum permintaan perumahan di Sumsel melandai karena terdampak pandemi namun kinerja tahun ini dirasa masih lebih baik dibanding tahun lalu.

Dari target 15 ribu rumah diprediksi akan terealisasi 12 ribu rumah baik komersil dan MBR.

"Dari sisi permintaan memang didonasi rumah MBR dengan perbandingan 85 persen rumah MBR dan 15 persen rumah komersil. Perpanjangan potongan PPN 10 persen diharapkan bisa ikut mendongkrak penjualan rumah komersil hingga akhir tahun," tutupnya

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved