Berita PALI

PDAM Jarang Mengalir, Usaha Air Bersih di PALI Laris, Sehari Paling Sedikit Kirim Lima Kali

Usaha Air Bersih di PALI laris manis diminati masyarakat ditengah musim kemarau dan Suplai PDAM yang kerap tersendat.

SRIPOKU/REIGAN
Warga di Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI menampung air sungai guna mencukupi kebutuhan sehari-hari. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALI-- Sejumlah warga khususnya yang berada di Ibukota Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menjerit ditengah  kekurangan air bersih melanda.

Keadaan diperparah, saat ini sedang memasuki puncak musim kemarau yang diprediksi pada Bulan Agustus hingga dipenghujung tahun 2021.

Ditambah suplay air bersih dari Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Tirta PALI Anugerah tersendat bahkan ada di sejumlah titik sama sekali tidak mengalir, sehingga pasokan air bersih begitu sulit dirasa 

Namun demikian, dibalik kesulitan kondisi itu, sebagian warga melihat peluang usaha yang cukup menjanjikan, yakni jual air bersih menggunakan drum air atau tong besar dengan mobil pick up. 

Tak ayal, bisnis itu akhir-akhir ini menjamur di kota Pendopo kecamatan Talang Ubi, sehingga menjadi lumbung rejeki di musim Kekeringan 

Setiap hari kendaraan roda empat dengan bak terbuka berisi tong air besar berseliweran di jalan raya mengantarkan air pesanan warga. 

Uci salah satu penjual air bersih mengaku bahwa setiap harinya ada saja warga memesan air bersih untuk langsung diantar ke rumahnya. 

"Alhamdulillah sejak musim kemarau, ditambah air PDAM jarang mengalir membuat rezeki mengalir pada usaha kami. Sehari paling sedikit dua kali kami ngantar air bersih ke rumah pelanggan," ungkap Uci, Kamis (12/8/2021).

Ditambahkan Uci bahwa bisnis air bersih sifatnya hanya sementara ketika musim kemarau, kalau sudah penghujan masyarakat banyak menampung air dan kebutuhan air bersih tidak lagi harus membeli. 

"Biasanya lebih kurang 3 bulanan di Pendopo alami kekurangan air bersih ketika kemarau dan air PDAM kurang lancar. Pada saat itulah bisnis air bersih berjalan. Kalau penghujan hanya sesekali kalau ada hajatan.

Dengan kondisi ini, pemasukan ekonomi kami terbantu terlebih disaat banyak masyarakat terdampak covid-19," tukasnya. 

Senada, Nunung penjual air bersih lainnya warga Desa Jerambah Besi Kecamatan Talang Ubi berkata bahwa bisnis tersebut telah dilakoninya sejak sebulan terakhir.

Dalam satu Gentong Air kapasitas 1200 Liter dalam satu kali antar dengan mobil Pick up dihargai Rp 60 ribu. 

"Airnya kami ambil dari sungai maupun danau kawasan Handayani dan Talang Ubi. Alhamdulillah tidak berminyak dan airnya cukup jernih. Dalam sehari bisa 10 kali antar paling banyak. Sedikitnya bisa lima kali," katanya.

Baca juga: Tujuh Petinju Asal PALI Berjuang Tampilkan Terbaik Porprov XIII OKU Raya, Genjot Motivasi Atlet

Sementara itu, Puryadi Direktur PDAM Tirta PALI Anugerah membenarkan bahwa distribusi air bersih ke rumah pelanggan digilir setiap empat hari sekali. 

"Kapasitas PDAM hanya bisa mengaliri lebih kurang 1.500 pelanggan setiap hari sementara jumlah pelanggan ada 4.000an lebih. Jadi untuk menyiasati pasokan air bersih, kita lakukan secara bergilir empat hari sekali. Tetapi apabila pompa air kita di Simpang Raja sudah berfungsi, mudah-mudahan bisa 24 jam air mengalir ke rumah pelanggan," katanya. (SP/REIGAN)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved