Kasus Sumbangan 2 Triliun

Polisi Tetap Akan Panggil dr Siti Mirza Nuria SpOG Terkait Laporan Dugaan Tindak Penipuan Heryanty

Polda Sumsel rencananya tetap akan memanggil dokter Siti Mirza Nuria untuk diminta keterangan terkait laporannya terhadap Heryanty.

Dok RS Siti Khadijah/Polda Sumsel
Polda Sumsel tetap akan memangil dr Siti Mirza Nuria SpOG (kiri) terkait rencana dokter tersebut mencabut laporan atas nama Heriyanti anak Akidi Tio (kanan). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Polda Sumsel rencananya tetap akan memanggil dokter Siti Mirza Nuria untuk diminta keterangan terkait laporannya terhadap Heryanty (sebelumnya dieja Heriyanti, Red), putri bungsu mendiang Akidi Tio yang diduga telah melakukan tindak penipuan.

Meski sebelumnya, dokter spesialis kandungan dan ginekologi itu sempat berujar sudah memiliki niat untuk mencabut laporan yang terlanjur ia buat terhadap sahabatnya tersebut.

"Walaupun dicabut, tetap yang bersangkutan akan kita periksa. Pertama terkait laporannya dan yang kedua kenapa laporannya dicabut. Sesuai aturan, semua itu memang harus jelas alasannya," ujar Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi saat dikonfirmasi.

Terkait bantahan dr Siti Mirza Nuria yang sempat mengelak sempat membuat laporan kepolisian terhadap Heryanty, Supriadi menegaskan bahwa laporan tersebut benar-benar ada.

Meski begitu, selalu pelapor, dr Siti Mirza Nuria belum memberikan klarifikasi atau keterangan lanjutan dari laporan yang sudah dibuatnya.

"Terkait aturan, mekanismenya adalah setelah kita menerima laporan kita akan klarifikasi kepada pelapor (dr Siti Mirza Nuria). Namun sampai saat ini pelapor belum bersedia untuk dimintai keterangan," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan setelah menyambangi kediaman Heryanty, kuasa hukum dr Siti Mirza Nuria, Rangga Afianto, S.H., M.Si langsung mendatangi Ditreskrimum Polda Sumsel untuk berkonsultasi, Senin (9/8/2021).

Rangga berujar, konsultasi tersebut dilakukan untuk mencari tahu apakah perjanjian utang-piutang antara dr Siti Mirza Nuria dengan Heryanty memiliki unsur pidana atau tidak.

"Kalau ada unsur pidana, kami pastikan akan membuat laporan pada Ditreskrimum Polda Sumsel," tegasnya.

Mengenai hasil konsultasi, kata Rangga saat ini aparat kepolisian masih mendalami fakta-fakta yang ada.

Dijelaskan secara singkat, persoalan ini bermula setelah Heryanty memiliki utang sebesar Rp.2,5 miliar kepada dr Siti Mirza Nuria ditahun 2020 lalu.

Dengan perjanjian, utang tersebut akan jatuh tempo pada Juni 2020.

"Sifatnya itu adalah pinjam meminjam dengan adanya janji keuntungan atau berbagi hasil. Jadi memang urusan bisnis," ujarnya.

Namun sampai saat ini utang tersebut tak kunjung lunas.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved