Breaking News:

Hindari Penumpukan Pasien Covid-19, RSMH Palembang Pakai Prosedur Ini 

Direktur Utama RSUP Muhammad Hoesin Dr Bambang Eko Sunaryanto mengatakan, tingkat BOR isolasi pasien Covid-19

Penulis: Sri Hidayatun | Editor: Prawira Maulana

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Direktur Utama RSUP Muhammad Hoesin Dr Bambang Eko Sunaryanto mengatakan, tingkat BOR isolasi pasien Covid-19 saat ini mencapai  85 persen dari total 299 bed yang telah disediakan.

"Total hingga saat ini kita ada 299 bed untuk pasien covid, 30 diantaranya yakni khusus ICU Covid-19," ujarnya, Jumat (6/8/2021).

Dan untuk hunian khusus ICU Covid-19 sudah 100 persen, dan ini memang meningkat setiap harinya.

Karena itu, untuk mengatasi agar pasien terkonfirmasi ini bisa mendapatkan ruangan pihaknya pun memiliki strategi penanganan sesuai SOP yang ada.

"Pertama pasein yang berada di  ruang UGD itu, maka tak lebih dari  4 jam mereka kita upayakan sudah mendapatkan ruang rawat isolasi covid-19," jelas dia.

Lalu, kedua bagi yang pasien di ruang isolasi tak kurang waktu yang kita berikan kurang dari 10 hari.

"Dengan gejala tidak lagi demam, batuk sudah berkurang dan tidak harus menunggu PCR negatif lagi. Biasanya antara waktu 7 hari itu sudah boleh pulang," jelas Bambang.

Sedangkan ketiga bagi pasien yang berada di ruang ICU yang telah benar-benar membaik dan tak memerlukan alat bantu pernafasan lagi maka kita bolehkan pulang.

"Ini langkah-langkah kita agar memaksimalkan pelayanan  bagi pasien covid-19. Karena jika menumpuk kita juga kesulitan, kalau mau menambah kamar lagi kita juga masih memikirkan karena biaya cukup besar," beber dia.

Lanjut dia, selain biaya mahal juga jika menambah pastinya ketersediaan kamar bagi pasien non covid-19 juga berkurang.

"Tentu ada konsekuensi bagi pasien non covid berkurang tapi kita juga tetap memprioritaskan bagi pasien covid-19 ini," ungkap dia.

Dan selama pandemi ini, kata dia sebanyak 150 tenaga kesehatan (nakes) dari 3000an orang yang telah terpapar covid-19. 

"Mulai dari dokter spesialis, perawat, tenaga ronsen, pelayanan di BPJS dan lain sebagainya. Sedangkan untuk yang meninggal tahun ini ada dua orang," tegasnya.

Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved