Breaking News:

Berita Palembang

6 Perempuan Muda di Palembang Korban Penipuan, Modus Arisan Online Investasi Kosan, Rugi Rp 500 Juta

Enam orang perempuan muda menjadi korban penipuan dan penggelapan oleh terlapor NV. Kerugian diderita dengan total diperkirakan hingga Rp 500 juta.

Penulis: Melisa Wulandari | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/MELISA WULANDARI
Enam perempuan muda didampingi kuasa hukum saat membuat laporan di SPKT Polrestabes Palembang, Selasa (3/8/2021). Niat berinvestasi keenam perempuan ini menjadi korban penipuan penggelapan . 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kasus penipuan semakin merajalela, baru-baru ini enam orang perempuan muda menjadi korban penipuan dan penggelapan oleh terlapor NV.

Keenam orang ini mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang guna melaporkan kejadian penipuan dan penggelapan yang mereka alami, Selasa (3/8/2021).

Salah satu korban penipuan dan penggelapan, Ezza (35) membuat laporan mengakui kejadian yang menimpanya, Sabtu (26/3/2021) di Cafe CO & CO di Jalan KH Ahmad Dahlan Kelurahan Talang Semut Kecamatan Bukit Kecil.

Ezza melaporkan terlapor inisial NV ke Polrestabes Palembang didampingi Kuasa hukum Desmon Simanjuntak SH.

“Kami minta polisi agar menindaklanjuti laporan kami ini, karena bukan saya saja yang ditipu tapi kelima teman saya yang lain juga kena,” kata perempuan berambut panjang ini, Selasa (3/8/2021).

Kuasa hukum Ezza dan kelima orang perempuan lainnya yang turut mendampingi Desmon Simanjuntak mengatakan penipuan ini terjadi dalam waktu yang berbeda beda.

"Kami mendampingi klien untuk melaporkan terlapor NV, dengan membuat 6 laporan (orang) berbeda. Karena kejadian korban dan waktunya berbeda beda, laporan dalam dugaan tindak pidana perkara 378 dan 372 KUHP atau penipuan dan penggelapan dengan kerugian sejumlah uang," jelas Desmon ditemui usai mendampingi korban melapor di SPKT Polrestabes Palembang.

Desmon mengatakan pihaknya melaporkan dua motif, yang pertama diduga berbentuk arisan online.

"Jadi klien kami sudah menyerahkan uang atau melaksanakan kewajiban nya tetapi haknya tidak didapat, sedangkan yang motif kedua berbentuk investasi. Adapun investasi ini ada yang berbentuk kos kosan, ada yang tidak disebutkan bentuknya," terangnya.

Namun pada intinya ke enam korban telah menyerahkan uang dan dijanjikan sesuatu sehingga menyerahkan uang tetapi sampai pada saat ini uang tersebut tidak dikembalikan.

"Kalau untuk kerugian diderita per orang korban relatif, dengan total diperkirakan semua sekitar Rp 400 juta sampai Rp 500 juta. Untuk pelaku sendiri sudah dihubungi, ada yang ditanggapi ada yang tidak," ujar Desmon.

Desmon berharap, pihak yang berwenang bisa membawa kasus ini kepada proses hukum dan meminta hukum ditegakkan sesuai UU yang berlaku.

"Harapan kami kalau ada itikad baik dari terlapor, kami akan restorasi justice atau fokus pengembalian kerugian tetapi kami tidak memaksa,” ujar Desmon.

Tetapi kalau memang ada itikad baik, kalau tidak pihaknya akan serahkan kepada penegak hukum kepolisian untuk menegakkan hukum seadil adilnya. 

Baca juga: Agnes Monika Warga Betung Curi Ponsel Iphone XR di Tempat Kerja, Dilaporkan Pemilik Konter

Ikuti Kami di Google Klik

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved