Kasus Sumbangan 2 Triliun
Dokter Keluarga Akidi Tio Keluar dari Polda Sumsel, Begini Suasana Rumah Heriyanti Malam Ini
Dokter Keluarga Akidi Tio, Prof Dr dr Hardi Darmawan keluar dari gedung Ditreskrimum Polda Sumsel pukul 20.17 WIB
Penulis: Shinta Dwi Anggraini | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Dokter Keluarga Akidi Tio, Prof Dr dr Hardi Darmawan keluar dari gedung Ditreskrimum Polda Sumsel pukul 20.17 WIB setelah menjalani pemeriksaan hampir delapan jam.
Menggunakan Toyota Innova Hitam BG 1047 OH, Prof Hardi keluar dengan didampingi tim penyidik yang sudah memeriksanya.
Saat didekati awak media, mantan Dirut RS RK Charitas tersebut enggan memberikan komentar apapun.
"Iya yang pulang Prof Hardi pulang. Tapi masih ada lagi masih ada lagi yang diperiksa diatas," ujar Pama yang sebelumnya memberikan keterangan pada awak media.
Sebelumnya, Heriyanti dijemput langsung oleh Dir Intelkam Polda Sumsel, Kombes Pol Ratno Kuncoro, Senin (2/8/2021) dan tiba di Mapolda Sumsel pukul 12.59 WIB.
Dalam pernyataannya, Ratno sempat berujar, Polda Sumsel dijadwalkan menggelar rilis terkait dana Rp. 2 Triliun yang kini sedang jadi perbincangan hangat.
Rilis tersebut benar dilangsungkan meski dengan waktu yang sedikit terlambat yakni pada pukul 16.30 WIB.
Namun dalam pelaksanaannya, rilis hanya dipimpin Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi didampingi Dir Ditkrimum, Hisar Siallagan tanpa dihadiri langsung Kapolda Sumsel, Irjen Pol Eko Indra Heri.
Padahal sebelumnya kapolda adalah orang kedua yang mendapat kabar akan adanya rencana pemberian dana bantuan sebesar Rp. 2 triliun dari keluarga mendiang Akidi Tio untuk penanganan COVID-19 di Sumsel.
Setelah sebelumnya Heriyanti langsung menghubungi Prof Dr dr Hardi Darmawan terkait rencana pemberian dana bantuan tersebut.
Bantuan tersebut sebelumnya digadang-gadang dititipkan secara pribadi ke Kapolda untuk selanjutnya diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Namun belakang diketahui dana tersebut masih simpang siur hingga saat ini.
Hingga berita ini diturunkan, Heriyanti beserta anak dan suaminya masih menjalani pemeriksaan di Mapolda Sumsel.
Suami dan Anak Dibawa ke Polda Sumsel
Heriyanti beserta suami dan satu anak lelakinya dijemput oleh Kepolisian Polda Sumsel untuk memberikan keterangan soal uang sumbangan bantuan Covid -19 sebesar Rp2 triliun yang saat ini masih simpang siur.
Menurut cerita dari penjaga keamanan Usman, sekitar pukul 17:00 WIB Rudi dijemput oleh dua orang anggota polisi mengenakan pakaian putih.
Sedangkan Rudi Sutadi mengenakan baju batik.
Usman yang memperhatikan dari depan pos jaga, melihat Rudi hendak naik taksi online namun dicegah polisi.
"Sore tadi ada mobil warna putih datang jemput pak Rudi, tapi sebelumnya ada taksol warna hitam mau jemput tapi langsung diminta polisi menjauh, " kata Usman, Senin (2/8/2021) malam.
Sekitar satu jam berselang baru kemudian anak lelaki Rudi Sutadi dan Heriyanti dijemput oleh mobil yang sama.
"Nama anaknya Kevin, sekira magrib jam 18:00 WIB dia dijemput polisi dengan mobil yang sama, " katanya.
Heriyanti dan Rudi Sutadi diketahui memiliki sepasang anak lelaki dan perempuan. Hanya anak laki-lakinya yang tinggal bersama
Sementara, Heriyanti sudah diamankan sejak siang hari di Mapolda Sumsel.
Pantauan di lokasi sampai pukul 21:30 WIB di rumah Heriyanti, anak bungsu Almarhum Akidi Tio tidak ada aktifitas, nampak lampu teras menyala.
Ketiganya belum pulang dari Polda Sumsel dan masih menjalani pemeriksaan untuk memberikan keterangan.
Usman menambahkan, ia juga diminta Ketua RT untuk menjaga rumah selagi tuan rumah sedang menjalani pemeriksaan.
"Pak RT pesan kalau minta jagain rumahnya dulu, " katanya. (Rachmad Kurniawan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/heriyanti-dan-keluarga-di-kawasan-kecamatan-ilir-timur-i-palembang.jpg)