Breaking News:

Olimpiade Tokyo 2020

Peringkat 5 Daftar Perolehan Medali, ROC Negara Apa di Olimpiade Tokyo 2020? Ini Penjelasannya

ROC adalah singkatan dari Russian Olympic Committe atau Komite Olimpiade Rusia. Nama ini dipakai oleh atlet-atlet asal Rusia saat berlaga di Olimpiade

Editor: Wawan Perdana
Tribunsumsel.com
ROC adalah singkatan dari Russian Olympic Committe atau Komite Olimpiade Rusia. Nama ini dipakai oleh atlet-atlet asal Rusia saat berlaga di Olimpiade Tokyo 2020. 

Larangan tersebut akan berakhir pada 16 Desember 2022. Hingga tanggal tersebut, atlet Rusia tak boleh bertanding di bawah bendera, nama, atau lagu kebangsaan mereka termasuk di Olimpiade Tokyo 2020.

Baca juga: Negara ROC di Olimpiade Tokyo 2020 Adalah? Ternyata Digunakan Oleh Atlet-atlet Rusia

Akan tetapi, atlet-atlet Rusia masih bisa berkompetisi di Olimpiade sebagai atlet netral, dalam artian mereka tak secara teknis membela suatu negara tertentu. Seragam tim diperbolehkan mengandung kata "Rusia" tetapi hanya apabila diikuti oleh kata-kata "atlet netral" demi memperjelas kalau mereka bukan mewakili Rusia.

Atlet-atlet ini tentu saja harus membuktikan kalau mereka tak terkait ke skandal doping tersebut. Sebanyak 335 atlet Rusia bertanding di bawah bendera ROC di Olimpiade Tokyo.

Sebagian besar dari mereka membela Rusia di Olimpiade-olimpiade sebelumnya dan kini kembali bertanding di bawah warna negeri Beruang Merah, biru-putih-merah.

Kendati demikian, mereka tak bertanding di bawah bendera Rusia. Bendera tim ROC merupakan sebuah api olimpiade berwarna biru-putih-merah yang diletakkan di atas lima cincin Olimpiade.

Selain itu, Rusia tak boleh tampil sebagai suatu negara di Piala Dunia 2022 atau Olimpiade Musim Dingin 2022.

Olimpiade Tokyo bukan kali pertama atlet-atlet dilarang tampil membela negara mereka. Sebelum ini, ada 100 atlet Rusia yang tak boleh turun di Olimpiade Rio 2016 setelah kabar akan tuduhan doping negara itu muncul.

Komite Olimpiade Kuwait juga dilarang turun di Olimpiade 2016 setelah negara tersebut meloloskan hukum olahraga yang tak sejalan dengan prinsip Gerakan Olimpiade.

Atlet-atlet negara teluk tersebut masih bisa berkompetisi di bawah nama Atlet dari Kuwait. Pada 2000, Afghanistan juga dilarang tampil di Olimpiade Sydney karena rezim Taliban mengeluarkan hukum yang diskriminatif terhadap wanita.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved