Peneliti dari 4 Universitas Datangi Lembaga Adat Komering
Peneliti dari 4 Universitas mendatangi kediaman lembaga adat komering yang berada di Desa Pulau Negara,
Penulis: Edo Pramadi | Editor: Prawira Maulana
TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA - Peneliti dari 4 Universitas mendatangi kediaman lembaga adat komering yang berada di Desa Pulau Negara, Kecamatan Buay Pemuka Peliung, Kabupaten OKU Timur.
Kehadiran para peneliti ataupun akademisi tersebut bertujuan untuk meneliti Sosio Kultural perbedaan masa pemerintahan "marga" komering dan masa sekarang.
Para peneliti tersebut berasal dari Universitas Terbuka (UT), Universitas Sriwijaya, UIN Raden Fatah dan Universitas PGRI Palembang.
Dr Meita Istianda, S.IP, M.Si ketua penelitian dari Universitas Terbuka mengatakan, sebenarnya ini penelitian dari UT hanya saja memang dibutuhkan kolaborasi karena ilmu itu sifatnya multidisiplin.
"Sehingga akan lebih kaya, jadi sekali jalan kelapangan bisa dilihat dari persprektif sejarah, politik dan ekonominya," bebernya, Sabtu (13/7/2021).
Terkait penelitian yang ia lakukan, ia mengatakan, masa pemerintahan marga menjadi bagian yang penting bagi kebudayaan komering.
Dikatakan Dr Meita bahwa sistem marganya terdahulu sistem adatnya sudah bisa mengatur sehingga tercipta ketertiban sosial.
Kalau dulu, sambungnya, sistem itu mampu untuk membuat masyarakat bisa melakukan ekonomi yang baik dan tertata.
"Lebih tertata mana daerah yang bisa digali sumber daya alamnya seperti menanam obat - obatan. Saya rasa tidak ada lagi di zaman sekarang," ucap dia.
Menurutnya, upaya pelestaruan adat dan budaya di OKU Timur saat ini sudah cukup baik karena sudah terbentuk lembaga adat sebagai wadah kebudayaan itu sendiri.
"Agar masyarakat dan generasi muda mengetahui adat istiadatnya. Jangan sampai terputuskan," kata Dr Meita.
Selanjutnya, lanjut dia, nantinya penelitian ini akan menghasilkan suatu produk buku atau artikel sehingga kebudayaan dan adat istiadat komering ini bisa lebih tersosialisasi.
"Misalnya budaya pisaan dan warahan. Nilai - nilainya luar biasa, nasehat tanpa menggurui," katanya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Adat Komering, H Leo Budi Rachmadi SE menyampaikan apresiasinya pada tim peneliti, karena ini merupakan bagian dari pemberdayaan.
"Apalagi tim peneliti ini akan mengangkat masa marga komering dan masa kini, tujuan kita sama - sama melestarikan budaya," ujarnya.
Menurutnya, ia selaku ketua lembaga adat saat ini merupaian periode penertiban administrasi dan dokumentasi agar orang - orang tau bahwa sudah ada lembaga adat.
"Saat ini generasi muda masih kurang referensi. Jadi kedatangan tim peneliti ini agar bisa mendokumentasikan ini dan menjadi referensi generasi mendatang," tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/dr-meita-istianda-sip-msi-23535225.jpg)