Breaking News:

Berita Palembang

Merantau dari Jabar ke Palembang, Bentar Berharap Rezeki Pada HUT RI Ke 76

Jelang hari kemerdekaan RI ke 76 yang jatuh setiap tanggal 17 Agustus 2021 nanti, sejumlah warga mulai memanfaatkan moment itu untuk meraup rezeki

Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/ARIEF
Bentar (51) warga asli Garut provinsi Jabar berjualan bendera dan umbul umbul di kota Palembang, Jumat (30/7/2021) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,--Jelang hari kemerdekaan RI ke 76 yang jatuh setiap tanggal 17 Agustus 2021 nanti, sejumlah warga mulai memanfaatkan moment tersebut untuk meraup rezeki.

Warga datangan dari luar Palembang, mulai berdagang sejumlah aksesoris berupa bendera atau umbul- umbul yang berkaitan dengan NKRI, dan pedagang berharap ada keuntungan.

Namun semenjak terjadinya penyebaran virus Covid-19 pada awal 2020 lalu,  para pedagang musiman tersebut tak menampik jika omzetnya saat ini tidak semanis sebelum pandemi covid-19.

Seperti yang diungkapkan, Bentar (51) warga asli Garut provinsi Jabar, yang harus meninggalkan keluarga untuk berjualan di kota Palembang sejak beberapa hari lalu.

Di mana sejak berjualan di pelataran Gedung DPRD Sumsel, jualannya saat ini tidak menentu, dan kadang dalam sehari belum tentu ada yang terjual.

"Kalau sekarang masih sepi, apalagi saat ini masih bulan Juli. Tidak tahulah kalau sudah bulan Agustus nanti apa ramai atau tidak, seperti hari ini saja belum ada penglaris," kata Bentar, Jumat (30/7/2021).

Diakui pria yang sudah berjualan musiman bendera di kota Palembang sejak 2007 lalu, awal- awalnya dalam sehari, omzetnya bisa mencapai Rp 1 juta pada awal ia berjualan di Palembang, namun sekarang tambah tidak jelas.

Namun saat ini, untuk mendapatkan omzet sebesar Rp 500 ribu sangat sulit.

"Kalaupun laku atau terjual sampai tidak semanis dulu, keuntungan hanya kecil, mengingat barang- barang yang kita jual ini biasanya join dengan pemilik modal berapa ngasih harga, dan jika barang tidak laku kita harus ganti," tandas pria yang sebeluknya kerja serabutan (proyek) di kampungnya sehari- hari.

Dijelaskan Bentar, ia merantau ke Palembang bersama beberapa rekannya dari Garut, yang sebelumnya 10 orang dan mereka semua hanya menjual barang- barang yang dimiliki pemodal.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved