Breaking News:

Berita Lubuklinggau

Kakek Ali Histeris Lihat Rumahnya Terbakar, Sempat Hendak Menerobos Masuk

Ali Seri seorang kakek di Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel) histeris sejadi-jadinya saat menyaksikan rumahnya dilalap sijago merah.

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Prawira Maulana
EKO HEPRONIS
Anang saat menunjukkan sisa-sisa puing rumah kakek Ali di RT 04 Kelurahan Mesat Seni, Kecamatan Lubuklinggau Timur II.  

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -- Ali Seri seorang kakek di Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel) histeris sejadi-jadinya saat menyaksikan rumahnya dilalap sijago merah.

Kakek berusia 85 tahun ini beberapa kali ingin mencoba menerobos kobaran api untuk mengambil simpanan uangnya di dalam gulungan kasur.

Namun, aksi nekatnya langsung dihalangi para tetangganya, karena kobaran api sudah membumbung tinggi mengepung seisi rumahnya.

Dalam peristiwa kebakaran yang terjadi, Rabu (28/7/2021) siang, pukul 11.00 WIB ini rumah kakek Ali ludes terbakar.

Tak satu pun barang-barang dari dalam rumahnya bisa terselamatkan, semuanya habis hangus terbakar.

Anang tetangga kakek Ali menuturkan saat itu ia tengah berada di didepan rumahnya dikagetkan melihat asap mengepul dari arah dapur rumah kakek Ali.

Rumah Anang dengan Kakek Ali berdekatan namun dipisahkan dua kapling tanah kosong.

"Saya lihat api datang dari belakang saya langsung lari mendekat," ungkap Anang dilokasi kejadian RT 04 Kelurahan Mesat Seni, Kecamatan Lubuklinggau Timur II.

Saat itu kakek Ali yang sedang merumput tak jauh dari rumahnya, langsung dipanggil Anang, melihat rumahnya terbakar Kakek Ali langsung berupaya menerobos rumah.

"Langsung kami tahan, karena api sudah besar, sudah panas sekali, saya coba ingin masuk ngambil barang -barang tapi tidak sanggup lagi," ujarnya.

Anang menuturkan kakek Ali selama ini tinggal bersama istrinya Nur Ayni (87 tahun), saat kejadian istrinya sedang bekerja di pangkalan galon tak ada di rumah.

"Selama ini mereka tinggal berdua saja, sementara anak angkatnya tinggal di wilayah Kelurahan Megang," ungkapnya.

Anang mengaku bersama warga sudah berupaya memadamkan api, namun karena minimnya peralatan ditambah
disekitar rumah kakek Ali tidak air, akhirnya warga hanya bisa pasrah.

"Sehabis kejadian kakek Ali bersama istrinya langsung diungsikan ke tempat keluarganya, supaya tidak terjadi hal-hal  yang tak diinginkan," ujarnya. (Joy) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved