Breaking News:

Berita Selebriti

Sebut Sosok Akidi Tio Penyumbang 2 T Untuk Dana Covid Sumsel Kalahkan Bill Gates, Saran Hotman Paris

Konon sumbangan yang diwakilkan pihak keluarga atas nama Akidi Tio itu karena hubungan eratnya dengan kepada Irjen Eko Indra Heri, Kapolda Sumsel

Penulis: Rika Agustia | Editor: Kharisma Tri Saputra
Instagram/hotmanparisofficial
Sebut Sosok Akidi Tio Penyumbang 2 T Untuk Dana Covid Sumsel Kalahkan Bill Gates, Saran Hotman Paris 

"Bahkan sebelum pandemi mereka juga sering membantu misalnya panti-panti jompo di Palembang ini banyak yang dibantunya. Apalagi dalam pendemi ini, jelas sekali banyak orang kesusahan," ujarnya.

Bahkan sudah banyak bantuan yang diberikan oleh keluarga alm. Akidi Tio dalam penanganan covid-19.

"Seperti kepada orang-orang yang melakukan isolasi mandiri, mereka banyak membantu misalnya kirim makanan. Hanya saja memang tidak dipublikasi," ujarnya.

Hardi sempat dibuat kaget dengan niat pemberian bantuan Rp.2 triliun oleh keluarga alm. Akidi Tio untuk penanganan covid-19 di Sumsel.

"Biasanya mereka itu nelpon untuk berobat. Tapi justru waktu itu malah bikin saya surprise karena mereka bilang mau kasih sumbangan dana bantuan untuk penanganan covid dan kesehatan di Sumsel. Jumlah juga tidak tangung-tanggung besarnya," kata dia.

Terkait alokasi penyaluran dana, Hadi mengatakan, pihak keluarga menyerahkan seluruhnya kepada pemprov, dinkes dan Polda Sumsel.

"Itu amanah dari keluarga beliau. Apalagi memang saat ini banyak sekali terjadi masalah, baik dari rumah sakit, peralatan, nakes, macam-macam. Diharapkan, bantuan yang diberikan bisa bermanfaat," ujarnya.

Kapolda Sumsel Kaget

"Mendengarnya saja kaget, apalagi melaksanakan (amanah) itu," ujar Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri saat menerima penyerahan bantuan Rp2 Triliun untuk penanganan Covid-19 di Mapolda Sumsel.

Eko menjelaskan, Akidi Tio adalah keluarga yang dikenalnya saat bertugas di Aceh beberapa tahun silam.

Beberapa waktu lalu, perwakilan keluarga Akidi Tio menyampaikan kepada Eko bahwa akan ada bantuan dana yang diberikan kepada masyarakat Sumsel terdampak covid-19.

Kapolda mengaku sempat dibuat terkejut dengan nominal fantastis dari bantuan yang diberikan.

"Menurut saya ini adalah amanah yang sangat luar biasa dan berat sekali karena uang yang diamanahkan ini besar dan pastinya harus dipertanggungjawabkan," ujarnya.

"Tapi saya yakin kalau amanah ini langsung disampaikan ke semua pihak dan masyarakat, InsyaAllah amanah ini dapat dikelola sebaik-baiknya," ujar Kapolda.
Terkait alokasi, Kapolda mengatakan, nantinya akan dibentuk tim ahli yang akan mengalokasikan dana bantuan tersebut sesuai kebutuhan.

Kapolda menyebut dirinya hanya sebagai perantara dalam menyalurkan bantuan dari pihak keluarga ke pemprov sumsel.
Namun ia memastikan bantuan itu akan ditujukan untuk penanganan covid-19 termasuk masyarakat terdampak pandemi.

"Saya hanya makelar kebaikan saja. Terkait alokasi, nanti akan ada ahli-ahli yang lebih paham. Saya hanya membantu untuk menyampaikan seperti dengan gubernur, pangdam, dan steakholder terkait lainnya," ujarnya.

Menurut Kapolda, ada begitu banyak yang dibutuhkan oleh masyarakat di masa pandemi covid-19 ini.

"Seperti bagaimana masyarakat mencegah Covid-19. Banyak sekali faktor. Kemudian kalau sakitnya, apa yang bisa kita lakukan. Pemberian obat dan seterusnya, kemudian oksigen termasuk tenaga kesehatan dan orang-orang yang bekerja di sektor itu . Makanya nanti harus ada komunikasi dengan teman-teman ahli supaya bantuan yang diberikan bisa tepat sasaran," ujarnya.

Penyerahan dana bantuan turut disaksikan Gubernur Sumsel H Herman Deru, Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Dra Lesty Nuraini Apt Kes dan Danrem 044/Gapo, Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji. Deru mengatakan, dia ditelepon Kapolda minta ditemani menerima bantuan tersebut.

"Ini luar biasa sekali, ada yang memberikan bantuan untuk penanganan covid-19. Bantuan berupa uang sebesar Rp. 2 triliun," ujar Herman Deru.

Menurut Deru, bantuan yang diberikan keluarga almarhum Akidi tersebut layak menjadi contoh bagi masyarakat Sumsel agar turut serta memberikan sumbangsih dalam penanganan Covid-19.

“Kita bangga ya, keluarga almarhum Akidi Tio ini ikut serta memberikan kepedulian terhadap penanganan Covid-19 di Sumsel. Apalagi jumlah dana yang diberikan sangat besar mencapai Rp2 triliun. Ini angka yang tidak sedikit,” ungkapnya.

Deru berharap, apa yang telah dilakukan keluarga Almarhum Akidi Tio bisa memberikan motivasi bagi warga Sumsel untuk bersama-sama melawan pandemi Covid-19. Dengan harapan aktifitas sosial kembali normal kembali.

Belikan Obat-Vaksin

Adanya bantuan itu direspon positif wakil ketua komisi V DPRD Sumsel Mgs Saiful Padli. "Alhamdulillah provinsi Sumsel dapat bantuan Rp 2 T dari pengusaha asal Aceh.

Kalau melihat APBD Sumsel tahun ini sebesar Rp 10,6 T, ini artinya hampir 20 persen dari APBD kita sumbangan yang diberikan pengusaha," kata Saiful.

Diungkapkan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, jika dilihat dari niat yang dibangun untuk sumbangan covid-19 di Sumsel, ini bisa mengatasi dalam hal penanganan selama ini.

"Kita berharap, alokasinya ini nantinya pertama harus dikawal secara transparan, dan dikawal semua element masyarakat, karena ini adalah amanat pengusaha Aceh yang dititipkan untuk Sumsel," jelasnya.

Hal kedua diungkapkan Sekretaris fraksi PKS DPRD Sumsel ini, ia berharap alokasi ini benar-benar nantinya untuk lenangan covid-19 di Sumsel.

"Jadi kita berharap adanya dana ini, bisa menekan penyebaran covid-19 di Sumsel, dengan melakukan 3T (Testing, Tracing, dan Treatment), sehingga kalau selama ini terkendala dalam pendanaan untuk pelaksanaan 3T, maka ini ada dananya," ucapnya.

Selain itu, adanya dana yang besar itu, maka bisa membeli obat bagi masyarakat khususnya dalam penanganan covid-19, karena tak dipungkiri saat ini banyak yang putus stok obat yang ada.

"Jadi ke depan, jangan sampai ada penimbunan dan pemprov Sumsel bisa membeli obat untuk kebutuhan pasien covid-19 yang membutuhkan," tuturnya.

Dilanjutkan Saiful, dana itu pun nantinya bisa mempercepat proses vaksinasi yang hari ini di Sumsel baru sekitar 1,8 juta vaksin dan stoknya hampir habis.

"Tentunya, adanya dana ini apakah bisa nanti diperuntukkan untuk hal itu, maka akan dicek lagi. Tapi kalau bisa untuk membeli vaksin, bisa sebanyak mungkin didapat untuk kebutuhan masyarakat dan target vaksinasi bisa segera tercapai," tandasnya.

Dilanjutkan Saiful, pihaknya juga berharap nantinya juga bantuan itu bisa dipakai pemprov Sumsel dalam memberikan bantuan sosial, bagi masyarakat Sumsel yang terdampak dan terpapar covid. Baik terdampak kesehatan maupun ekonomi dan sosial selama ini, baik dalam bansos atau bantuan subsidi bagi usaha UMKM, termasuk paket sosial masyarakat miskin.
"Kalau (bantuan) ini tidak melanggar aturan bisa untuk insentif nakes (tenaga kesehatan) khususnya vaksinator, kenapa tidak. Karena selama ini vaksinator tidak dapat (insentif) sesuai PMK dan Permenkes. Jadi, jika ini dibenarkan oleh hukum, ya tidak masalah," pungkasnya.

(cr8/arf/TribunSumsel.com Rika Agustia)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved