Breaking News:

Berita OKI

Seorang Kades di SP Padang Mengaku Laporannya Ditolak Polisi, Kapolres OKI Buka Suara

Yulita, Kepala Desa Kijang Rawang Besar, Kecamatan Sp Padang OKI mengaku Laporannya ditolak Polisi. Kapolres OKI AKBP Alamsyah Pelupessy Buka Suara

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/WINANDO
Pengacara, Febuar Rahman SH mendampingi kliennya Yulita, Kepala Desa Kijang Rawang Besar, Kecamatan Sp Padang. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG --Yulita, Kepala Desa Kijang Rawang Besar, Kecamatan Sp Padang OKI mengaku Laporannya ditolak Polisi.

Didampingi oleh pengacaranya, Febuar Rahman SH dirinya mengaku kecewa atas tindak penolakan laporan yang dinilai mencederai rasa keadilan masyarakat dalam mencari keadilan. 

"Iya kemarin sore kami mau laporan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres OKI, namun saya kecewa karena petugas Polisi menolak laporan pengaduan tersebut," ucap Februar Rahman didampingi kliennya, Minggu (25/7/2021) pagi.

Dijelaskannya, selaku kuasa hukum Februar melakukan pendampingan pelaporan yang berkaitan dengan rumah kliennya yang digembok paksa oleh beberapa orang termasuk oknum kepolisian dari anggota Polres OKI.

Lantas akibat hal tersebut, kliennya dalam beberapa hari terakhir harus mengungsi dan menginap dirumah saudaranya.

Akan tetapi, menurut Febuar, setelah sekian lama menunggu bukan pelayanan dan pengayoman yang baik didapat, melainkan rasa kecewa.

"Waktu membuat pelaporan kita dipersulit kemudian diarahkan langsung ke piket Reskrim, di sana (oleh anggota piket) juga dipersulit. Dengan argumentasi bermacam-macam bahwa ini perkara sengketa perdata dan belum putus pengadilan,"

"Sehingga intinya laporan kita ditolak dan kembali saya tanyakan apakah laporan kami diterima. Namun anggota itu pun kembali menegaskan tidak bisa diterima," katanya.

Setelah itu, ia mengaku diarahkan oleh petugas untuk membuat laporan ke Polsek SP Padang dan jika tidak diterima bisa kembali lagi ke Polres.

"Tentunya ini sangat kita sesalkan dengan pelayanan seperti ini, sangat berbeda dengan komitmen Kapolri bahwa kepolisian adalah pelindung dan pengayom masyarakat," tegas Febuar.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved