Breaking News:

Berita OKI

OKI Zona Merah, Kebijakan Sistem Kerja Bagi ASN Ditentukan OPD Masing-masing

Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Masuk Zona Merah Penyebaran Covid-19. Pemkab keluarkan Surat Edaran tentang sistem kerja ASN.

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/WINANDO
Puluhan Aparatur Sipil Negara saat melakukan apel bersama dihalaman kantor Bupati Ogan Komering Ilir beberapa waktu lalu. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG --Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir mengeluarkan surat edaran nomor 49.7/SE/BKD-IV/2021 tentang sistem kerja aparatur sipil negara serta ketentuan work from home (WFH) dan work from office (WFO) bagi organisasi perangkat daerah pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat.

Dengan adanya surat edaran ini, terhitung sejak 26 Januari 2021, jam kerja pegawai kembali menggunakan jam kerja normal, yakni pukul 08.00 – 16.00 dari Senin hingga Jum'at.

"Pengembalian jam kerja normal untuk memenuhi 40 jam dalam seminggu, sesuai dengan Peraturan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi," kata Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten OKI, Maulidini SKM, Jum'at (23/7/2021).

Dikatakannya kembali, terkait pemberlakuan WFH ditentukan oleh kepala OPD masing-masing sesuai situasi dan kondisi di kantor bersangkutan.

Pemberlakuan WFH bisa dilakukan untuk sebagian atau beberapa ASN yang dinilai berisiko jika bekerja di kantor seperti komorbid (penyakit penyerta), lalu usia di atas 50 tahun dan ibu hamil.

"Sebenarnya jika zona merah jumlah pegawai yang WFO paling banyak 25 persen. Tetapi yang tahu keadaan kan pimpinan OPD-nya jadi merekalah yang nantinya nentukan apakah butuh atau tidaknya pemberlakukan WFH," jelasnya.

Meskipun pegawai ASN melaksanakan tugas kedinasan dari rumah, namun tetap wajib melakukan ketentuan melaporkan kehadiran (presensi) kepada atasan langsung secara online melalui media sosial seperti Whatsapp sebanyak 2 kali sehari.

"Menyampaikan laporan berupa foto setengah badan yang menampilkan informasi lokasi, tempat dan waktu sebenarnya (real time) kepada atasan langsung setiap harinya pada jam 07.00 dan 16.00 WIB," terang Maulidini.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Tata Usaha RSUD Kayuagung, Iskandar Fuad menegaskan kepada seluruh pegawai agar tetap masuk dan bekerja seperti biasanya.

"Kami sudah mengintruksikan bagi pegawai medis maupun non medis tidak terkecuali, semuanya wajib masuk bekerja mulai jam 08.00 sampai 16.00 WIB di setiap hari kerja," jelas Fuad.

Baca juga: Kabupaten Ogan Komering Ilir Terapkan PPKM Level 2

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved