Breaking News:

Berita Ogan Ilir

Polsek Tanjung Batu Bubarkan Kerumunan di Warung Kopi, Diduga Langgar Protokol Kesehatan

Kafe maupun warung kopi yang tak mematuhi protokol kesehatan, membuat aparat kepolisian dari Polsek Tanjung Batu, Polres Ogan Ilir, bergerak melakukan

Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Weni Wahyuny
TRIBUNSUMSEL.COM/AGUNG DWIPAYANA
Pembubaran kerumunan pengunjung warung kopi oleh Polsek Tanjung Batu pada Rabu (21/7/2021) malam. 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Adanya tempat makan, kafe maupun warung kopi yang tak mematuhi protokol kesehatan, membuat aparat kepolisian dari Polsek Tanjung Batu, Polres Ogan Ilir, bergerak melakukan penertiban.

Kapolsek Tanjung Batu, Iptu Wempy Manurung mengatakan, pada Rabu (21/7/2021) malam, ia beserta jajarannya mendatangi sejumlah warung kopi yang terdapat keramaian hingga menyebabkan kerumunan.

"Pertama, kami mengimbau para pengunjung maupun pemilik warung kopi untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan," kata Wempy kepada wartawan, Kamis (22/7/2021).

Menurut Wempy, protokol kesehatan yang paling sering dilanggar pengunjung yakni tidak menjaga jarak dan tidak memakai masker.

"Kami sampaikan bahwa risiko penyebaran virus Corona ini masih tinggi. Sehingga perlu kesadaran setiap individu untuk menerapkan prokes agar memutus rantai penyebaran virus," jelas Wempy.

Pembubaran kerumunan pengunjung warung kopi oleh Polsek Tanjung Batu pada Rabu (21/7/2021) malam.
Pembubaran kerumunan pengunjung warung kopi oleh Polsek Tanjung Batu pada Rabu (21/7/2021) malam. (TRIBUNSUMSEL.COM/AGUNG DWIPAYANA)

Setelah memberikan arahan, petugas lalu membubarkan kerumunan pengunjung yang tak menerapkan prokes itu.

"Kita tentunya tidak ingin mengambil risiko karena kesehatan adalah prioritas. Jadi kami mempersilakan pengunjung membubarkan diri," terang Wempy.

Kepada pemilik warung kopi, Wempy mengimbau agar menutup warung paling lambat pukul 20.00.

"Karena saat ini kita sedang berusaha keras memutus rantai penyebaran Covid-19. Maka kita berlakukan jam buka warung maupun tempat makan, untuk sementara dibatasi dulu," ucapan Wempy.

"Jika pandemi berakhir dan kondisi sudah normal kembali, tentunya tidak masalah melayani pengunjung ramai seperti biasa," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved