Breaking News:

Sidang Jason Penganiaya Perawat Siloam

BREAKING NEWS: Jason Terdakwa Penganiaya Perawat Siloam Dituntut 2 Tahun Penjara

JPU Kejari Palembang menuntut hukuman 2 tahun penjara terhadap Jason Cakrawinata (38), terdakwa penganiayaan seorang perawat rumah sakit Siloam.

TRIBUN SUMSEL/SHINTA DWI ANGGRAINI
Jason Cakrawinata (38), terdakwa penganiayaan terhadap seorang perawat Rumah Sakit Siloam Sriwijaya berinisial CRS (28) saat menjalani sidang secara virtual, Kamis (22/7/2021). 

RIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Sidang kasus penganiayaan seorang perawat RS Siloam dengan terdakwa Jason Cakrawinata (38) kembali digelar di Pengadilan Negeri Palembang, Kamis (22/7/2021). 

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palembang menuntut hukuman 2 tahun penjara terhadap Jason Cakrawinata (38), terdakwa penganiayaan terhadap seorang perawat rumah sakit Siloam Sriwijaya berinisial CRS (28), Kamis (22/7/2021).

Seperti diketahui, kasus penganiayaan yang dilakukan Jason terhadap CRS sempat viral di sosial media sampai menimbulkan pro kontra di tengah masyarakat.

"Menuntut agar terdakwa dipidana penjara selama dua tahun dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan," ujar JPU Kejari Palembang, Ursula Dewi SH, saat membacakan tuntutan melalui virtual dihadapan majelis hakim yang diketuai Edi Cahyono SH MH.

Jaksa menilai, perbuatan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana penganiayaan sebagaimana diatur dalam Pasal 351 ayat 1 KUHP.

Adapun hal yang memberatkan dalam tuntutannya, yakni perbuatan terdakwa mengakibatkan korban menderita sakit akibat luka penganiayaan.

"Sedangkan hal yang meringankan terdakwa bersikap sopan selama persidangan," ujarnya.

Menanggapi tuntutan tersebut, majelis hakim memberikan kesempatan satu minggu bagi Jason dan penasihat hukumnya untuk menyusun nota pembelaan (pledoi).

Jason sendiri menyaksikan jalannya persidangan secara virtual dari ruang tahanan.

"Maka dengan ini sidang dilanjutkan pada Kamis pekan depan dengan agenda mendengarkan pledoi dari terdakwa," kata hakim Edi seraya mengetok palu pertanda sidang dilanjutkan pekan depan.

Sementara itu, dilansir dari situs resmi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Palembang, dijelaskan bahwa terdakwa Jason Tjakrawinata pada hari Kamis tanggal 15 April 2021 sekira pukul 13.40 WIB bertempat disalah satu rumah sakit swasta di Jalan POM IX, telah melakukan pemukulan penganiayaan secara sengaja pada salah seorang perawat berinisial CR.

Kejadian itu berawal pada saat terdakwa sedang berada di Kota Kayu Agung, kemudian ditelpon oleh istrinya yakni saksi RM alias Melisa.

Telepon itu memberitahu bahwa anak terdakwa yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit, mengalami luka di tangan setelah infusnya dicabut.

Mendapati hal tersebut, terdakwa yang sudah tiba di rumah sakit merasa tidak terima melihat tangan anaknya mengeluarkan darah.

Terdakwa lalu marah hingga melakukan pemukulan pada suster CR.

Perbuatannya tersebut terekam kamera dan tersebar luas melalui jejaraing sosial.

Sehingga perbuatan yang dilakukan terdakwa viral di jejaring sosial dan banyak mendapat kecaman dari netizen.

Namun tidak sedikit pula netizen yang mempertanyakan kejadian Sebenarnya dan menganggap perbuatan pelaku pemukulan pasti ada sebab awalnya, sehingga memancing pelaku untuk melakukan pemukulan seperti yang tampil di media sosial tersebut.

Baca juga: Sehari Pernah Dapat Rp 200 Ribu, Pengakuan Oknum Satgas PPKM Covid-19 Lakukan Pungli di Tol Kramasan

Ikuti Kami di Google Klik

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved