Breaking News:

Berita Prabumulih

Alasan Sakit, Dua Tersangka Dugaan Korupsi KMKK di Prabumulih Ditunda Penyerahan Tahap II

Pidsus Kejari Prabumulih gagal melakukan penyerahan tahap II kasus dugaan dugaan korupsi pemberian fasilitas Kredit Modal Kerja Kontruksi (KMKK).

Penulis: Edison | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON
Kajari Prabumulih Topik Gunawan SH MH didampingi Kasi Pidsus Wan Hadi Susilo dan Kasi Intel Hendra dalam press realise di aula Kejari Prabumulih, Selasa (6/4/2021). 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Rencana Jajaran Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Prabumulih untuk menyerahkan tersangka dan barang bukti perkara dugaan korupsi pemberian fasilitas Kredit Modal Kerja Kontruksi (KMKK) pada Rabu (21/7/2021), terpaksa ditunda.

Penundaan disebabkan tersangka FD yang merupakan mantan Account Officer Relation Manager Sebuah Bank BUMN Cabang Prabumulih dan IH yang merupakan debitur pengajuan kredit beralasan mengalami sakit.

Hal itu diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Prabumulih, Topik Gunawan SH MH melalui Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Khusus (Pidsus), Wan Hadi Susilo Hadi SH kepada wartawan, kemarin.

"Pelaksanaan tahap II ditunda, kedua tersangka tidak bisa hadir karena sakit," ungkap Wan Susilo.

Pria yang sebelumnya bertugas di Kejaksaan Negeri Lampung Barat sebagai Kaai Intel ini menjelaskan pemberitahuan ketidakhadiran kedua tersangka disampaikan langsung oleh kuasa hukum kedua tersangka kepada penyidik.

"Pengacara dua tersangka menyampaikan langsung surat keterangan sakit," kata Kasi Pidsus.

Wan Susilo Hadi menuturkan dengan tidak hadirnya kedua tersangka maka pihaknya melakukan penundaan selama satu minggu dan penyerahan tahap II dijadwalkan pada Selasa 27 Juli 2021 mendatang.

"Agenda penyerahan tahap dua dari penyidik ke JPU (Jaksa Penuntut Umum)," ungkap Wan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Prabumulih melakukan penyidikan perkara dugaan korupsi pemberian fasilitas kredit KMKK di Bank BUMN Cabang Prabumulih yang terjadi tahun 2017-2019.

Baca juga: Hendak Transaksi di Rel Kereta Api, Dedi Saputra Berlebaran di Sel Tahanan Polres Prabumulih

Kejari Prabumulih menetapkan dua tersangka dalam perkara itu yaitu FD yang merupakan mantan Account Officer Relation Manager Bank BUMN Cabang Prabumulih dan IH yang merupakan debitur pada saat pengajuan kredit.

Dari hasil penyidikan, kejaksaan menilai perbuatan kedua tersangka menyebabkan kerugian Rp 5,967 miliar.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved