Breaking News:

Berita Palembang

Ini Dia Aturan Terbang Selama Periode Idul Adha 1442 H, Bukan Untuk Mudik, Berlaku Hingga 25 Juli

Pemerintah menerapkan sejumlah syarat terkait kebijakan perjalanan melalui udara selama periode Idul Adha 1442 H.

Penulis: Hartati | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/HARTATI
Aturan terbang atau perjalanan udara periode lebaran Idul Adha 1442 H. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pemerintah menerapkan sejumlah syarat terkait kebijakan mudik lebaran Idul Adha untuk menekan angka penyebaran Covid-19.

Dikutip dari rilis dibuat maskapai Sriwijaya Air dan Nam air yang membagikan ulang pengumuman pada penumpangnya untuk mematuhi aturan terkait mudik berdasarkan Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor SE 53 Tahun 2021 tentang petunjuk pelaksanaan perjalanan orang dalam negeri dengan transportasi udara pada masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Syarat tersebut yakni mengatur ketentuan periode penerbangan mudik Idul Adha yang ditetapkan dengan waktu 19-25 Juli 2021.

Selain itu ditetapkan juga usai minimal penumpang yang akan terbang menggunakan moda transportasi udara yakni minimal berusia 18 tahun.

Keperluan penerbangan bukan untuk tujuan mudik lebaran tapi pekerja yang bekerja pada sektor yang penting saja yakni esensial dan kritikal saja.

Aturan lainnya yang boleh terbang hanya pasien yang akan berobat dan sakit keras dengan satu pendamping, ibu hamil yang akan melahirkan dengan maksimal dua pendamping dan pengantaran jenazah non covid.

Semua kepentingan tersebut harus dibuktikan dengan surat pendukungnya dari pihak yang bewajib mengeluarkan kebijakan misalnya surat rujukan rumah sakit, surat kematian dan surat pengantar dari perangkat desa.

Selain syarat administrasi. Penumpang akan terbang juga wajib memenuhi dokumen pendukung kesehatan.

Ada dua kategori syarat administrasi kesehatan yang harus dipenuhi calon penumpang yakni tujuan keberangkatan ke Pulau Jawa dan Bali lebih ketat dibanding tujuan di luar Pulau Jawa dan Bali.

Khusus penerbangan tujuan pulau Jawa dan Bali wajib menyertakan kartu vaksin minimal vaksin dosis pertama. Hasil tes negatif PCR 2×24 jam dan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) sektor essensial, kritikal.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved