Breaking News:

Berita Regional

Persoalan Pajak, Alasan Bakso Legendaris Son Haji Sony Tutup Gerai dan Tinggalkan Bandar Lampung

Bakso Sony Lampung berdiri sejak 40 tahun lalu. Pecintanya sangat kaget ketika mendengar kabar bahwa manajemen menutup semua gerai di Bandar Lampung

Editor: Wawan Perdana
Tribun Lampung/ Soma
Gerai Bakso Sony di Bandar Lampung beberapa waktu lalu. Pecintanya sangat kaget ketika mendengar kabar bahwa manajemen menutup semua gerai di Bandar Lampung. 

Pajak restoran cukup familiar di masyarakat.

Bagi yang sering bersantap di restoran, pasti sudah akrab dengan tambahan biaya atau pajak yang tertera dalam struk pembelian yang diberikan kasir saat membayar.

Kendati begitu, karena tarifnya sama-sama 10 persen, seringkali orang keliru mengira pajak restoran daerah dan dianggap sebagai pajak PPN yang merupakan pajak dari pemerintah pusat.

Dahulu, pajak restoran disebut dengan Pajak Bangunan 1 (PB1).

Objek pajak ini yakni kafe, rumah makan, restoran, warung, dan jasa katering.

Tarif pajak restoran hampir sama di seluruh daerah di Indonesia, yakni sebesar 10 persen.

Hal ini wajar, mengingat pemerintah pusat mengatur tarif tertinggi pajak restoran adalah sebesar 10 persen.

Pajak restoran dipungut dan dikumpulkan oleh pengusaha restoran untuk kemudian disetorkan ke kas pemerintah daerah.

Guna memudahkan pemungutannya, pajak ini dihitung satu paket alias sudah termasuk harga makanan dan minuman dari restoran pemungut.

Baca juga: Daftar 19 Kepala Daerah di Indonesia yang Dapat Teguran Keras Tito Karnavian Terkait Dana Covid-19

Pajak ini berlaku untuk semua pembeli, baik yang makan di tempat atau pembelian makanan dengan cara dibungkus (take away).

Halaman
1234
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved