Breaking News:

Berita Lubuklinggau

Wako Lubuklinggau: Bila Zona Merah, Shalat Idul Adha Hanya Boleh Digelar di Rumah

Wali Kota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe Kota Lubuklinggau status Covid-19 berubah menjadi zona merah maka otomatis shalat idul Adha di rumah.

Editor: Yohanes Tri Nugroho
Diskominfo Kota Lubuklinggau
Wali Kota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe memimpin rapat pemerintah Kota Lubuklinggau bersama Polres, Kodim, Kemenag, Pengadilan agama serta pengurus masjid se Kota Lubuklinggau, Jumat (16/7/2021) 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU --Shalat Idul Adha di Kota Lubuklinggau Sumsel resmi dipersilahkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau untuk digelar dilapangan dan masjid-masjid.

Wali Kota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe menyampaikan keputusan boleh digelarnya shalat Idul Adha ini di Kota ini merupakan keputusan bersama antara para ulama dan para umaro dengan banyak pertimbangan.

"Pertimbangan pertama melihat lonjakan kasus, keterisian tempat tidur rumah sakit dan upaya penangan kita, akhirnya memutuskan shalat Id boleh digelar," ungkapnya pada wartawan, Minggu (18/7/2021).

Namun, apabila saat menjelang pelaksanaan besok tiba-tiba Kota Lubuklinggau status Covid-19 berubah menjadi zona merah, maka secara otomatis shalat Idul Adha hanya boleh digelar di rumah.

"Kalau seandainya status Covid-19 ini berubah menjadi merah, maka shalat Idul Adha hanya boleh di rumah masing-masing, mudah-mudah tidak terjadi di Kota Lubuklinggau karena sekarang banyak sembuh," ujarnya.

Ia pun meminta, meski diperbolehkan kepada seluruh masyarakat dan pengurus masjid se Kota Lubuklinggau dalam pelaksanaan dilapangan untuk lebih memperketat protokol kesehatan (prokes).

Baca juga: Gudang Mebel di Perumahan Green Garden Lubuklinggau Terbakar Dinihari Tadi

"Walau pun masyarakat Lubuklinggau tidak perlu diingatkan lagi masalah proses ini, tapi setidaknya kita selalu mengingatkan, jangan menurun naikan masker saat pelaksanaan shalat," ujarnya.

Menurutnya momentum Idul Adha ini sebagai umat muslim yang terbesar di Indonesia khususnya Lubuklinggau harus memberikan contoh dan teladan bagi umat yang lainnya bagaimana menerapkan kepatuhan.

"Kalau disuruh 50 persen ya kita minta untuk dituruti, kalau disuruh berjarak lebih dari 1 meter ya harus patuh, pakai masker patuhi, sekali lagilagi keputusan bukan hanya dari umaro saja melainkan juga dari ulama tapi ini keputusan bersama," ungkapnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved