Kapal Tenggelan di Kalbar

Daftar 14 Kapal yang Tenggelam Karena Badai di Perairan Kalimantan Barat, Berikut Data-data Korban

Daftar 14 Kapal yang Tenggelam Karena Badai di Perairan Kalimantan Barat, Berikut Data-data Korban

Editor: Slamet Teguh
Tribunpontianak.co.id/Destriadi Yunas Jumasani
Evakuasi jenazah korban kapal tenggelam di Muara Jungkat yang dibawa ke dermaga KPLP Jalan Kom Yos Sudarso, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis 15 Juli 2021. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Musibah kecelakaan kapal nelayan kembali terjadi.

Tak tanggung-tanggung, 14 kapal nelayan dinyatakan tenggelam dalam waktu yang hampir bersamaan di perairan Kalimantan Barat.

Hal itu terjadi karena badai dan cuaca buruk yang menghantam perairan Kalimantan Barat.

Badai terjadi pada Rabu (14/7/2021) dini hari.

Kapal yang dilaporkan hilang dan terbalik berada di perairan Kabupaten Sambas, Kabupaten Kubu Raya dan perairan Muara Jungkat, Kabupaten Mempawah.

Tim SAR Pontianak terus melakukan pencarian para awak kapal ataupun nelayan yang mungkin masih terombang-ambing dilaut lepas, Kalimantan Barat (Kalbar).

Berikut data yang dirangkum Tribunpontianak.co.id dari Humas SAR Pontianak, Untung per Sabtu 17 Juli 2021 hingga pukul 13.00 WIB.

1. KM Kenanga Usaha (dari Pontianak) total 10 orang.

* Tiga selamat, lima dalam pencarian, dua meninggal

2. KM Haiden Mina Jaya 188 (dari Pontianak) total 9 orang.

* Lima selamat, satu meninggal dunia, tiga dalam pencarian.

3 KM Anugerah III (dari Pontianak) total 10 orang.

* Sembilan dalam pencarian, satu meninggal dunia.

4. KM Anita Jaya (dari Jakarta) total 16 orang.

* Enam selamat, 9 dalam pencarian, 1 meninggal dunia.

5. KM Jimi Wijaya (dari Jakarta) total 21 orang.

* 21 orang selamat

6. KM Amat Jaya (dari Jakarta) total 15 orang.

* Sembilan selamat, satu meninggal dunia, lima dalam pencarian.

7. KM Bintang Rezeki 78 (dari Jakarta) total 18 orang.

* 14 Selamat, dua meninggal dunia, satu dalam pencarian.

8. TB Sinar Bahari 05/TK. Surya VII (dari Muara Kubu) total 4 orang.

* Empat orang selamat

9. TB Mitra Bahari 02/TK.HP 230 (dari Muara Kubu) total 4 orang.

* Empat orang selamat.

10. KM Bersama IV (dari Pemangkat) total 3 orang.

* Satu selamat, dua meninggal dunia.

11. KM Sumber Abadi 6 (dari Pemangkat) total 9 orang.

* Sembilan orang selamat

12. KM. Rima Nelayan. Total 3 orang.

* Tiga selamat

13 . KM Kawan Lama 999. Total 10 orang.

* 10 orang dalam pencarian

14. KM Teman Jaya (dari Penjajab Sambas) total 5 orang.

* Tiga selamat, satu meninggal, satu dalam pencarian.

15. Yacht - Nigeria (Muara Paloh)

* 3 WNA (selamat).

16. TK Meledang Hanyut (Tj Satai)

* Tongkang Tanpa Awak.

Total ada 77 orang yang selamat, 39 orang dalam pencarian dan 15 orang meninggal dunia.

Dari 15 orang meninggal dunia, empat di antaranya masih belum diketahui dan dilakukan identifikasi.

Baca juga: 11 Jam Terombang-ambing hingga Napas Hampir Habis, Kisah Korban Selamat 14 Kapal Tenggelam di Kalbar

Baca juga: 14 Kapal Tenggelam di Perairan Kalimantan Barat Karena Cuaca Buruk, 48 Awak Hilang 7 Meninggal Dunia

Cerita Korban Selamat Tragedi 14 Kapal Tenggelam

Seorang korban selamat dalam tragedi 14 kapal tenggelam menceritakan kisahnya.

Korban sempat terombang-ambing selama 11 jam.

Ombak setinggi 5-6 meter disertai hujan petir membuat kapal terbalik.

Musibah yang menerpa 14 kapal di perairan Kalimantan Barat (Kalbar) menyisakan kisah pilu para korban dan keluarganya.

Puluhan nelayan menjadi korban dalam persitiwa tersebut.

Sejumlah korban berhasil selamat, ada yang masih hilang dan beberapa di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

Anto (36), awak Kapal Motor (KM) Kenangan Usaha, satu di antara korban selamat setelah berhasil ditemukan tim pencari.

Anto diselamatkan setelah sekitar 11 jam terombang amning di selatan perairan Pulau Datok, Kayong Utara, Kalbar.

Berdasarkan keterangan Anto, KM Kenangan Usaha tenggelam di selatan perairan Pulau Datok, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, Selasa 13 Juli 2021 sekitar pukul 21.00 malam WIB.

Menurutnya, KM Kenangan Usaha dengan 10 awak berangkat melaut selama belasan hari.

Anto menceritakan pada persitiwa malam itu ombak setinggi 5-6 meter disertai hujan petir menerjang KM Kenangan Usaha.

“Awalnya kapal miring. Dengan mengenakan pelampung, kami disuruh kumpul. Selang beberapa waktu kemudian, kapal terbalik,” kata Anto.

Setelah kapal terbalik para awak sempat tenggelam, namun muncul lagi ke permukaan air dalam kondisi gelap.

“Kami panggil kawan-kawan yang lain, masih ada semua. Semuanya langsung pegang tali. Menunggu jemputan kapal,” katanya.

Saat itu, ombak di laut masih cukup besar.

Sambil memegang tali-tali kapal, Anto bersama rekan-rekannya sempat menunggu kapal penolong.

Namun, beberapa jam berlalu, kapal tak kunjung datang.

“Tak mampu lagi,” kata Anto menirukan suara satu di antara rekannya malam itu.

“Kalau tak mampu lepas saja. Kita pasrah kepada Tuhan,” jawab Anto.

Sudah ada dua kapal yang melewati Anto.

Namun, awak kapal tersebut tidak melihatnya.

“Ada 2 kapal lewat. Saya melambai, tidak ada respons,” jelas Anto.

Dengan menggunakan baju pelampung, Anto mengapung di lautan selama sekitar 11 jam.

Keesokan harinya, Rabu 14 Juli 2021 pagi WIB, sekitar pukul 07.00 WIB, Anto diselamatkan oleh awak kapal dari Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara.

“Kami melambai. Nafas sudah hampir habis,” ucapnya.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Tragedi 14 Kapal Tenggelam di Perairan Kalimantan Barat, Berikut Data-data Korban, 15 Meninggal.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved