Breaking News:

Berita Palembang

27 Juli Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Masjid Sriwijaya, Dipimpin 5 Hakim

Kasus dugaan korupsi pembangunan Masjid Raya Sriwijaya yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 130 miliar segera disidangkan 27 Juli.

TRIBUN SUMSEL/SHINTA DWI ANGGRAINI
Juru bicara Pengadilan Tipikor Palembang, Abu Hanifah SH MH menyampaikan 27 Juli sidang perdana dugaan kasus korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya yang dipimpin lima hakim. 

Menyusul kemudian, Mukti Sulaiman Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel periode 2014-2016 dan Ahmad Nasuhi yang saat ditetapkan tersangka, menjabat Kadinsos Muba.

Sebagai informasi, alokasi dana pembangunan Masjid Sriwijaya menggunakan dana hibah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel tahun anggaran 2016 hingga 2017 sebesar Rp.130 miliar.

Akan tetapi dalam perjalanannya, penyidik mencium adanya kejanggalan yang terjadi.

Sebab dalam penilaian fisik bangunan masjid tersebut, penyidik menduga tidak sesuai dengan nilai kontrak.

Baca juga: Kapolsek Tanjung Batu Tinjau Posko Satgas Relawan Covid-19 di Desa Tanjung Baru Petai

Sementara hingga saat ini, kondisi pembangunan masjid raya Sriwijaya belum terlihat jelas bentuknya alias terbengkalai.

Terlihat hanya beberapa tiang beton saja itupun sudah ditumbuhi ilalang yang menjulang di lokasi proyek.

Atas perbuatannya, keempat orang yang lebih dulu ditetapkan tersangka, terancam dijerat dengan pasal 2 ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun.

Paling lama penjara 20 tahun dengan denda paling sedikit Rp. 200 juta paling banyak Rp.1 Miliar.

Dan pasal 3 UU NO.20 Tahun 2001 pidana penjara paling singkat 1 tahun, paling lama 20 tahun dengan denda paling sedikit Rp.50 juta paling banyak Rp.1 Miliar.

Ikuti Kami di Google Klik

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved