Breaking News:

Berita Banyuasin

Cerita Sulardi Budidaya Lebah Kelolot, Madunya Dipercaya Tingkatkan Imun Tubuh dan Vitalitas

Sulardi sudah menekuni budidaya lebah Kelolot ini, sejak setahun. Madunya dipercaya tingkatkan imun dan vitalitas tubuh.

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/M ARDIANSYAH
Sulardi, pebudidaya lebah kelolot di Pangkalanbalai Banyuasin saat memanen madu lebah Kelolot di kebunnya, Jumat (16/7/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Budidaya lebah triguna Itama, triguna torasika,triguna treminata dan apekalia binghami atau lebah Kelolot, ternyata cukup menjanjikan. Meski ukurannya yang kecil, tetapi bisa menghasilkan madu yang terbilang banyak dan harga jualnya juga cukup tinggi.

Sulardi pebudidaya lebah Kelolot di Banyuasin mengatakan sudah menekuni budidaya lebah Kelolot ini sejak setahun yang lalu.

Ia menekuni budidaya ini, selain tidak begitu sulit untuk mengembangbiakannya, lebah Kelolot ini juga bisa dengan cepat menghasilkan madu.

"Setiap sarang itu, bisa menghasilkan madu 200 mililiter sampai 250 mililiter. Untuk panennya kami lakukan, sekitar 2 minggu sekali," ujarnya ketika ditemui di kebunnya di wilayah Pangkalan Balai Banyuasin, Jumat (16/7/2021).

Lanjut Sulardi, ia memilih untuk membudidayakan lebah Kelolot ini karena tidak menyengat. Selain tidak menyengat, lebah ini pula menghasilkan madu yang memiliki antioksidan cukup tinggi. Dengan cukup tingginya antioksidan yang terkandung di dalam madu ini, bisa meningkatkan imun tubuh.

Dari itulah, sejak setahun yang lalu ia memutuskan untuk membudidayakan lebah Kelolot ini. Setidaknya, ada 250 sarang lebah Kelolot yang diletakan baik di rumahnya maupun di sekitaran kebun miliknya.

Sarang-sarang lebah Kelolot ini, diletakan secara terpisah-pisah. Sehingga, lebah-lebah Kelolot ini bisa berbagi untuk mencari makan. Di kebun milik Sulardi ini, juga ditanam berbagai jenis tanaman buah dan juga bunga. Sehingga, dengan tanaman yang ada di kebunnya, lebah-lebah ini bisa mencari makan di sekitar kebun.

"Harga sebotol ukuran 200 mililiter kami jual seharga Rp 150 ribu. Memang harganya sedikit mahal, tetapi memang berbeda jenis madu ini dengan madu pada umumnya," ujarnya.

Baca juga: Atasi Parkir Liar, Dishub Prabumulih, Lurah dan Bhabinkamtibmas Gunung Ibul Tertibkan Kantong Parkir

Lanjut Sulardi, terlebih saat pandemi ini cukup banyak peminat yang membeli madu ditempatnya. Karena, selain memiliki rasa yang berbeda umumnya madu, juga memiliki antioksidan yang cukup tinggi.

Roni misalnya, yang sengaja datang untuk membeli madu lebah Kelolot ini. Ia rutin membeli untuk menjaga stamina tubuh.

"Rasanya asam manis dan ternyata bisa juga untuk meningkatkam vitalitas," katanya.

Ikuti Kami di Google Klik

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved