Breaking News:

Seputar Islam

Cara Memandikan Jenazah Perempuan, Laki-laki dan Bayi yang Keguguran Sesuai Syariat Islam

Berikut cara memandikan jenazah perempuan, laki-laki dan bayi Keguguran yang benar sesuai syariat Islam.

Penulis: Abu Hurairah | Editor: Abu Hurairah
Foto/Kemenag Bengkulu
Cara Memandikan Jenazah Perempuan, Laki-laki dan Bayi yang Keguguran Sesuai Syariat Islam 

TRIBUNSUMSEL.COM - Berikut cara memandikan jenazah perempuan, laki-laki dan bayi Keguguran yang benar sesuai syariat Islam.

Dalam ajaran islam, terdapat beberapa cara yang harus dilakukan ketika ada saudara, teman atau tetangga orang islam meninggal dunia.

Di antaranya adalah memandikan Jenazah. Memandikan jenazah merupakan bagian dari fardhu kifayah dalam mengurus jenazah.

Diketahui fardhu kifayah merupakan sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan, apabila tidak seorangpun yang melakukan hal tersebut maka seluruh penduduk di sekitar kediaman jenazah tersebut akan berdosa, Oleh karena itu, memandikan jenazah merupakan keharusan yang mesti dikerjakan.

Berikut tata cara memandikan Jenazah perempuan, laki-laki dan bayi yang keguguran yang benar sesuai syariat Islam melansir dari muslim.or.id :

Siapa yang memandikan mayit?

Yang memandikan mayit hendaknya orang yang paham fikih pemandian mayit. Lebih diutamakan jika dari kalangan kerabat mayit.

Sebagaimana yang memandikan jenazah Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam adalah Ali radhiallahu’anhu dan kerabat Nabi. Ali mengatakan:

غسلتُ رسولَ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم , فذهَبتُ أنظُرُ ما يكونُ منَ الميتِ فلم أرَ شيئًا , وكان طيبًا حيًّا وميتًا , وولي دفنَه وإجنانَه دونَ الناسِ أربعةٌ : عليُّ بنُ أبي طالبٍ , والعباسُ , والفضلُ بنُ العباسِ , وصالحٌ مولى رسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم وألحدَ لرسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم لحدًا ونُصِبَ عليه اللبنُ نَصبًا

“Aku memandikan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Dan aku memperhatikan jasad beliau seorang tidak ada celanya. Jasad beliau bagus ketika hidup maupun ketika sudah wafat. Dan yang menguburkan beliau dan menutupi beliau dari pandangan orang-orang ada empat orang: Ali bin Abi Thalib, Al Abbas, Al Fadhl bin Al Abbas, dan Shalih pembantu Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Aku juga membuat liang lahat untuk Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dan di atasnya diletakkan batu bata” (HR. Ibnu Majah no. 1467 dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah).

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved