Breaking News:

Berita Lubuklinggau

KUA Kota Lubuklinggau Tutup Pendaftaran Pernikahan Selama PPKM Pengetatan

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel) menunda sementara waktu kegiatan pendaftaran

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Prawira Maulana
EKO HEPRONIS/TRIBUNSUMCEL.COM
Acara hajatan di Lubuklinggau saat dibubarkan beberapa waktu lalu oleh Tim Gabungan TNI dan Polri di wilayah Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kota Lubuklinggau, Minggu (11/7/2021) lalu.  

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -- Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel) menunda sementara waktu kegiatan pendaftaran warga yang akan menikah di Kota Lubuklinggau.

Kepala Kementerian Agama (Kakanmenag) Lubuklinggau, Abdul Haris Putra mengatakan penundaan ini dalam rangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Pengetatan di Kota Lubuklinggau saat ini.

"Penundaan ini dalam rangka untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 saat ini," ungkapnya pada wartawan, Rabu (14/7/2021).

Ia menyebutkan, penundaan pendaftaran nikah ini terhitung sejak pemberlakuan PPKM Pengetatan terhitung sejak pemberlakuan hingga batas waktu selesai PPKM pengetatan.

"Untuk pendaftaran selama berlangsung  PPKM kita ditutup, sekarang kita (Kemenag) hanya melayani yang sudah mendaftar di waktu sebelumnya," paparnya.

Selanjutnya untuk yang sudah terdaftar pelayanan pernikahan juga hanya dilaksanakan di Kantor Urusan Agama (KUA) dan untuk biayanya gratis atau nol rupiah.

"Untuk pernikahan hanya dilaksanakan di KUA karena itu gratis kemudian Kemenag hanya mencatatnya, kemudian untuk resepsi sesuai aturan selama PPKM pengetatan ini tidak boleh namun bukan wewenang kita," ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe meminta para Lurah dan Camat se Kota Lubuklinggau untuk menindak tegas warga yang masih melaksanakan hajatan di Kota Lubuklinggau.

Hal tersebut disampaikan wali kota yang biasa dipanggil Nanan ini saat menjawab pertanyaan Lurah ketika
apel pelaksanaan PPKM bersama Forkompinda di depan Masjid Agung Assalam, Selasa (13/7/2021) kemarin.

Ia menjelaskan, kondisi Kota Lubuklinggau saat ini setiap hari puluhan orang terpapar Covid-19 dan harus menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri.

"Setiap hari 20-30 orang terpapar Covid-19, rumah sakit kita sudah penuh, kalau rumah sakit penuh mau kemana lagi, sekarang Lubuklinggau sehari dua orang meninggal dunia, karena dari hajatan itu kita tidak tahu siapa yang kena,"ungkapnya.

Ia pun menegaskan, upaya untuk mencegah itu adalah upaya yang dilakukan Pemkot Lubuklinggau saat ini, bila beberapa hari kedepan masih ada yang melakukan akan langsung ditindak tegas.

"Tadi saya sudah instruksikan kepada Lurah, Camat termasuk Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas serta Kapolsek, bahkan bila perlu saya wali kota, Kapolres dan Dandim membubarkannya," ujarnya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved