Breaking News:

Berita Prabumulih

Pemkot Prabumulih Sidak Hewan Kurban, Masih Banyak Ditemukan Tak Cukup Umur

Sidak hewan Kurban oleh Pemkot dan PDHI Sumsel di beberapa titik penjualan hewan kurban di kota Prabumulih, Selasa (13/7/2021).

Penulis: Edison | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON
Kepala Dinas Pertanian bersama Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) cabang Sumsel ketika sidak penjualan hewan kurban di kota Prabumulih, Selasa (13/7/2021). 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Pemerintah Kota Prabumulih melalui Dinas Pertanian bersama Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) cabang Sumsel melakukan sidak di beberapa titik penjualan hewan kurban di kota Prabumulih, Selasa (13/7/2021).

Dari hasil pemeriksaan dilakukan masih banyak pedagang menjual hewan kurban yang masih muda alias dibawah umur belum layak dijadikan hewan kurban.

Kepala Dinas Pertanian Prabumulih, Pribadi Roso Saroso megatakan pemeriksaan beberapa titik penjualan hewan kurban bekerjasama dengan dokter hewan itu dilakukan jelang hari raya Idul Adha.

"Dari total 3 pedagang yang kita didatangi setidaknya ada 1200 ekor kambing dan 500 ekor sapi. Pemeriksaan dilakukan agar para pedagang tak menjual hewan tak layak, masyarakat juga diminta memahami cara memilih hewan layak dan tidak," ungkapnya.

Pribadi mengatakan, dari hasil pemeriksaan cukup banyak ditemukan hewan tak layak karena belum cukup umur namun untuk hewan yang berpenyakit belum ditemukan.

"Hewan tak layak jual kita mintakan dipisahkan dulu dan tidak dijual. Selain mengecek kesehatan dan umur, kami juga mengecek administrasi kedatangan dari karantina," lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) cabang Sumsel, DR drh Jafrizal MM menyebutkan, pihaknya sengaja mengecek ketersediaan dan persyaratan hewan kurban juga kesehatan hewan.

"Pemeriksaan untuk memastikan agar hewan dibeli masyarakat memenuhi syarat, jangan sampai masyarakat sudah keluar duit tapi ternyata hewan tidak layak," katanya.

Jafrizal mengingatkan para pedagang agar tidak menjual hewan tak layak dan kedepan hal ini perlu adanya peraturan daerah sehingga aturan dalam penyelenggara penjualan hewan kurban termasuk sanksi jika tetap jual hewan tak layak.

"Agar jangan sampai pembeli tertipu contoh kita lakukan pemeriksaan ada hewan sapi yang besar namun belum tanggal gigi pertama atau masih belum layak maka belum boleh dijual," bebernya.

Baca juga: BOR Capai 80 Persen, RS Siloam dan RSUD Prabumulih Pastikan Pelayanan Kesehatan Tetap Berjalan

Jesica didampingi suaminya, Dian yang merupakan penjual hewan kurban mengatakan, pihaknya sudah beberapa tahun terakhir menjual hewan untuk kurban dan juga untuk aqiqah.

"Kita menjual hewan kurban yang lengkap persyaratan dengan harga relatif terjangkau. Kita ada motto yakni harga bekawan, kualitas melawan," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved