Breaking News:

Berita Ogan Ilir

Hari ke-8 Penyekatan di Gerbang Tol Kramasan, 123 Kendaraan Menuju Jawa Diminta Putar Balik 

Tim Gabungan melakukan penyekatan di Gerbang Tol Kramasan di Pemulutan, Ogan Ilir selama pelaksanaan PPKM Darurat di Jawa dan Bali

Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/AGUNG
Petugas memeriksa persyaratan atau dokumen perjalanan para pengendara yang akan melintasi Gerbang Tol Kramasan, selama PPKM Darurat di Jawa dan Bali, Selasa (13/7/2021) 

 TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Di hari kedelapan operasi penyekatan dampak Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali, ratusan kendaraan diminta putar balik saat akan melintasi Gerbang Tol Kramasan di Pemulutan, Ogan Ilir.

Kapolres Ogan Ilir, AKBP Yusantiyo Sandhy mengatakan, jumlah kendaraan yang diputar balik ini cukup signifikan dibanding hari-hari sebelumnya, yakni 123 kendaraan. 

"Hari ini tercatat ada 123 kendaraan yang diputar balik. Mulai dari kendaraan angkutan barang, penumpang dan kendaraan pribadi," kata Yusantiyo kepada wartawan di Indralaya, Selasa (13/7/2021). 

Dari 123 kendaraan yang diputar balik, rinciannya 85 kendaraan barang, 9 bus penumpang dan 29 kendaraan pribadi. 

Ratusan kendaraan yang diputar balik ini, kata Yusantiyo, karena tak membawa surat keterangan vaksinasi, surat rapid test yang berlaku 1×24 jam maupun swab test yang berlaku 2×24 jam. 

"Sesuai ketentuan yang sudah ditetapkan, maka bagi pengendara yang tidak melengkapi dokumen kesehatan selama PPKM Darurat di Jawa-Bali, kami putar balik," tegas Yusantiyo. 

Seperti diketahui, dengan dilaksanakannya PPKM Darurat di Jawa dan Bali sejak 3 Juli lalu, Polres Ogan Ilir melakukan penyekatan di jalan akses menuju Jawa.

Mulai tanggal 6 hingga 20 Juli mendatang, Polres Ogan Ilir melakukan penyekatan kendaraan yang akan melintasi Tol Kayuagung-Palembang via Gerbang Tol Kramasan.

Pada pelaksanaan penyekatan ini, Polres Ogan Ilir termasuk salah satu unsur tim gabungan yang juga terdiri dari TNI, Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

"Leading sector pada penyekatan ini adalah Ditlantas Polda Sumatera Selatan dan operasional di lapangan adalah tim gabungan ini," jelas Yusantiyo.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved