Berita Palembang
Gambar Putri Megawati Puan Maharani Ramai di Palembang, Begini Respon Pengamat Politik Sumsel
Gambar baliho dari putri Presiden RI ke V Megawati Soekarno Putri, Puan Maharani, ramai terpasang di sejumlah titik yang ada di Kota Palembang.
Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Beberapa hari terakhir, gambar baliho dari putri Presiden RI ke V Megawati Soekarno Putri, Puan Maharani, ramai terpasang di sejumlah titik yang ada di Kota Palembang.
Pemasangan baliho ketua DPR RI yang juga Ketua DPP PDIP Puan Maharani itu dinilai pengamat politik Bagindo Togar, sebagai media pengenalan kepada masyarakat di Palembang, dan masih terbilang wajar.
"Jadi, tak ada kata terlambat. Begitu pribahasa yang sering kita dengar, tapi dalam konteks upaya Puan Maharani mengkonsolidasikan dirinya menuju Pemilu Pencapresan tahun 2024, jelas telah terlambat. Bahkan, diperkirakan tak memberi begitu manfaat," kata Bagindo, Senin (12/7/2021) merujuk pada baliho Puan yang mengatas namakan dirinya ketua DPR RI yang terpasang di Kolonel H Burlian dan R Soekamto,
Dijelaskan Direktur Eksekutif Forum Demokrasi Sriwijaya (ForDes) ini, dengan memulai pemasangan APK (Alat Peraga Kampanye/ Sosialisasi) spanduk atas sosok dirinya dibeberapa lokasi strategis dibeberapa daerah, sangat kontras dengan apa yang dilakukan atau digagas oleh kader PDIP yang juga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sang "pesaing"nya sesama kader PDIP.
"Dimana massa, format, konten dan teknik komunikasinya sangat berbeda terhadap publik. Komunikasi Politik Ganjat, terkesan lebih cair, aktif, membumi, empatis alias non elitis, sederhana serta paham bahasa rakyat, apalagi disupport dengan penggunaan perangkat IT (Ilmu dan Teknologi) yang optimal juga kreatif," jelasnya.
Tak heran diungkapkan Bagindo, para netizen begitu familiar dengan aktifitas Ganjar. Efeknya, sosok Ganjar menjadi begitu populer plus akseptabel, baik secara sosial maupun politik.
"Ini, berbanding terbalik dengan apa yang terjadi atas figur Puan, yang berharap ingin mendapat simpatik masyarakat, dengan upaya massif pemasangan sejenis APK ini, yang mereka anggap efektif mendongkrak penerimaan masyarakat atas sosok Puan, yang berambisi agar direkomendasikan sebagai Cawapres dari PDIP, yang konon katanya akan disandingkan dengan Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto," jelasnya.
Ditanbahkan Bagindo, Puan bukanlah sosok seperti Megawati Soekarnoputri (ibunya) atau AlmTaufik Kiemas. Dimana kedua orang tua biologisnya tersebut, sangat kaya, teruji dan kompleks pengalaman serta modal sosial politiknya, mulai pra, hingga pasca era reformasi.
"Sedangkan Puan, populer dikarenakan sebagai putri biologis dua tokoh besar tadi, apalagi bila dikaitkan sebagai cucuk Proklamator Kemerdekaan negeri ini, Soekarno. Sejatinya, Puan pantas untuk memahami semua itu, dimana bila menjadi diperhitungkan bukan didominasi pengaruhnya, karena appresiasi pengurus, kader dan simpatisan PDIP terhadap trah atas dirinya," bebernya.
Maka dari itu, masih butuh beragam muatan yang lazim dipenuhi seseorang (Puan) bila ingin dilirik, serta masuk berada dalam pusaran calon Tokoh politik basional. Mengingat sangat tidak sesederhana atau semudah yang dibayangkan. Apalagi Puan lebih terbiasa berbicara tentang permasalahan publik dari podium atau mimbar, aneka rapat, konfers yang serba formal nan verbal, alias miskin dialog tapi sarat monolog.
"Bila semua deskripsi diatas disadari Puan Maharani, maka disarankan agar menunda hasratnya untuk ikut berpartisipasi dalam kontestasi politik nasional tahun 2024, namun menjadi lebih fokus tahun 2029. Dengan catatan, lakukan perubahan mendasar tatkala berkomunikasi kepada masyarakat. Perbanyak mendengar daripada didengar dan berkomunikasilah tanpa prasa pura- pura, tanpa jarak, egaliter dan mampu menjawab dengan diksi, maupun redaksi yang mudah dipahami oleh rakyat," tandasnya.
Di sisi lain, Bagindo melanjutkan harusnya Puan melakoni proses tahapan politik yang normal, dengan mengeliminasi bermacam previlege politik yang melekat atas diri atau jabatan yang dimililki.
Misal, selama ini beliau acapkali berkarir politik diParlemen serta jabatan Pembantu Presiden ( Menteri). Bagindo pun memiliki usul, bagaimana bila Puan ini sebagai dimajukan sebagai calon Gubernur Sumsel dulu dan ikut dalam Pilkada serentak 2024 mendatang, dengan bertarung melawan petahana saat ini dan atau paslon Gubernur yang lain.
"Nah, bila berhasil jelas akan meningkatan fortopolionya sebagai tokoh politik yang wajib diperhitungkan. Bukankah pak Jokowi, Ganjar Pranowo, Anis Baswedan dan Ridwan Kamil juga memposisikan secara strategis jabatan Gubernur, untuk jabatan pemerintahan diatasnya, yaitu Jabatan Presiden atau Wakil Presiden. Kenapa tidak dicoba mbak Puan, jangan ragu ataupun gengsilah," pungkas Bagindo.
Sementara, Ketua DPC PDIP kota Palembang Yulian Gunhar dan Ketua DPD PDIP Sumsel HM Giri Ramanda N Kiemas enggan mengomentari ramainya foto Puan tersebut.
"No comment," singkat Giri.
Baca juga: Gerakan Sosial Penangangan Covid, Sinar Mas Bantu Pemprov Sumsel 1.000 Ton Oksigen
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/ketua-dpr-ri-juga-ketua-dpp-pdip-puan-maharani.jpg)