Breaking News:

Berita Muratara

Bila Tambang Emas Ilegal Marak Lagi, Bupati Muratara: Kades Camat Harus Tanggung Jawab

Penertiban tambang emas rakyat di Sungai Tiku di Kabupaten Musi Rawas Utara atau Muratara, Kamis (8/7/2021) kemarin, n

Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Prawira Maulana

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Penertiban tambang emas rakyat di Sungai Tiku di Kabupaten Musi Rawas Utara atau Muratara, Kamis (8/7/2021) kemarin, nampaknya tak membuat penambang kapok. 

Para penambang kemungkinan akan kembali melakukan aktivitas ilegal itu dengan alasan kebutuhan hidup. 

Mereka menyadari bahwa aktivitas tambang emas itu membuat sungai keruh dan merugikan banyak orang terutama yang ada di bantaran sungai. 

Akan tetapi mereka mengaku tak punya pendapatan lain selain mencari emas dengan cara yang disebut-sebut merusak lingkungan tersebut. 

Bupati Musi Rawas Utara, Devi Suhartoni mengatakan sebelum penertiban para penambang sudah diberi pengertian dan arahan. 

"Kami melakukan penertiban kemarin itu bukan ujuk-ujuk langsung turun, berbagai upaya persuasif sudah kita lakukan," kata Devi Suhartoni, Jumat (9/7/2021). 

Tak hanya pemerintah daerah, para penambang sudah berulang kali diingatkan pemerintah desa dan camat agar berhenti menambang karena membuat sungai keruh. 

Pemerintah juga sudah membujuk dengan menawarkan pekerjaan lain, tetapi tidak diindahkan. 

"Saya sudah panggil mereka (penambang emas), sudah dingatkan kades, camat, tetapi masih juga. Dari Februari, mau kita kasih solusi tidak diindahkan," kata Devi.

Menurut Devi, penanganan masalah tambang emas ilegal tersebut seharusnya bisa diselesaikan oleh pemerintah di tingkat bawah. 

"Andai semua kades, camat itu menjaga wilayahnya, maka tidak akan pernah terjadi (pemerintah) kabupaten turun," katanya. 

Devi menegaskan, apabila penambangan emas ilegal tersebut kembali marak dan membuat sungai keruh, maka kepala desa dan camat harus bertanggung jawab. 

"Kades sama camat harus bertanggung jawab wilayah masing-masing, tentu koordinasi dengan kepolisian," ujarnya. 


 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved