Breaking News:

Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi

Pejabat dan ASN OKI Diingatkan Tolak Gratifikasi, Pemkab Gelar Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi

Seluruh Aparatur Sipil Negara di OKI diminta mampu menolak gratifikasi maupun suap, apapun bentuknya bagaimanapun caranya.

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/WINANDO DAVINCHI
Pemerintah Kabupaten OKI mengadakan Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi, bertempat di ruang rapat Benda Seguguk 1, Kamis (8/7/2021) pagi. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG - Guna mewujudkan birokrasi yang bersih dan responsif dalam memberikan pelayanan kepada publik. Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir mengadakan Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi bertempat di Ruang Rapat Benda Seguguk 1, Kamis (8/7/2021) pagi.

Gratifikasi merupakan salah satu jenis tindak pidana korupsi baru yang diatur dalam pasal 12B dan 12C Undang-Undang Tipikor sejak tahun 2021.

Bupati OKI melalui Sekretaris Daerah, H Husin, SPd, MM, MPd menyampaikan beberapa hal dalam sosialisasi yang dilaksanakan secara terbatas tersebut.

"Secara sederhana gratifikasi tidak membutuhkan sesuatu yang transaksional atau ditujukan untuk mempengaruhi keputusan atau kewenangan secara langsung. Hal ini berbeda dengan suap yang bersifat transaksional", jelas Husin.

Meskipun begitu, Husin meminta untuk seluruh Aparatur Sipil Negara di lingkungan Kabupaten Ogan Komering Ilir mampu menolak gratifikasi maupun suap, apapun bentuknya serta bagaimanapun caranya.

"Menolak gratifikasi maupun suap secara otomatis menjaga marwah kita sebagai pelayanan publik. Perlu diingat, sekali saja kita menerima gratifikasi, selamanya kita akan tersandera oleh kepentingan si pemberi", Himbau Husin.

Terpisah, Inspektur Inspektorat Kab.OKI, Endro Suarno, SSos, M.Si dalam paparannya menjelaskan 4 tahapan utama dalam penerapan Pengendalian Gratifikasi yaitu Komitmen dari pimpinan instansi, penyusunan aturan pengendalian gratifikasi, pembentukan unit pengendalian gratifikasi (UPG), serta monitoring dan evaluasi pengendalian gratifikasi.

"Pengendalian gratifikasi ini upaya kita bersama. Jika semua mampu komitmen, bukan tidak mungkin Ogan Komering Ilir akan terbentuk sebagai lingkungan pengendalian yang kondusif dalam pencegahan korupsi," tandas Endro.

Ikuti Kami di Google Klik

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved