Pengetatan PPKM Mikro Palembang

Sehari Bertambah 255 Kasus Positif Baru Covid-19, Dinkes Sumsel: Kurangi Mobilitas Perketat Prokes

Virus jika sudah ada di Indonesia tentu akan cepat menyebar. Inilah fungsinya kita mengurangi mobilitas dan tetap menjaga prokes ketat.

Editor: Vanda Rosetiati
SRIPO/ODI ARIA/TANGKAP LAYAR
Update terkini Covid-19 Sumsel, Selasa (6/7/2021). Sehari bertambah 255 kasus positif baru, Dinkes Sumsel ingatkan warga kurangi mobilitas dan perketat Prokes. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kasus positif Covid19 di Sumatera Selatan masih terus bertambah. Bahkan penambahan kasus baru pada, Selasa (6/7/2021) sebanyak 255 kasus. 

Adapun update kasus Covid-19 di Sumsel pada saat ini terjadi 2074 kasus aktif, 1520 orang meninggal dunia, kasus sembuh 26.559 orang dan kasus positif 30.152 orang.

Dari 17 Kabupaten/kota di Sumsel ada tiga daerah yang masuk dalam zona merah atau daerah resiko tinggi paparan Covid-19 yakni Palembang, Muba dan Lahat.

Lalu untuk zona oranye ada sebelas daerah yaitu Prabumulih, OKU, Lubuklinggau, PALI, MURATARA, Banyuasin, OKU Timur, Muara Enim, Mura, Pagaralam, dan OKU Selatan.Sementara Ogan Ilir, OKI dan Empat Lawang masuk zona kuning.

Untuk di Palembang kasus terkonfirmasi 16.067 kasus, 687 orang meninggal dunia dan kasus sembuh 14.278 orang. Di Lahat, kasus terkonfirmasi 1.230 kasus, 65 orang meninggal dunia dan kasus sembuh 1009 orang. Kemudian di Muba, ada kasus terkonfirmasi 1783 kasus, 82 orang meninggal dunia dan kasus sembuh 1567 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Lesty Nuraini mengatakan masyarakat diharapkan lebih waspada dan patuh terhadap protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun.

Menurutnya, Kasus Covid-19 di Sumsel semakin meningkat dikarenakan mobilitas masyarakat yang masih tinggi dan juga adanya varian-varian Covid19 yang lebih cepat penularannya.

"Maka tak henti-hentinya kami mengimbau kepada masyarakat agar menjalankan prokes dengan baik, penuh kesadaran dan dengan rasa tanggung jawab," ujarnya, Rabu (7/7/2021).

Menurut Lesty, pandemi ini merupakan tangung jawab bersama semua pihak. Maka itu, dihimbau kepada masyarakat yang mengadakan kegiatan, agar penanggung jawab kegiatan memastikan yang ikut kegiatan sehat, dan Prokesnya benar-benar dijalankan dengan baik.

"Hindari makan secara prasmanan, ataupun makan bersama. Kemudian pertemuan tidak boleh lama dan kegiatan-kegiatan dibatasi. Untuk ruangan upayakan berventilasi," terang Lesty.

Ia menambahkan, virus Covid-19 varian Kappa sudah dideteksi ditemukan di Sumsel. Hal ini diketahui usai dikirimkannya sampel Covid-19 milik warga Sumsel ke Kementerian Kesehatan.

Namun terkait dengan data warga yang terpapar virus ini, Lesty mengaku masih melakukan pendalaman. Sebab, sampai saat ini masih dilakukan kroscek terhadap mereka yang dideteksi terpapar virus Kappa ini.

Lesty menyebut, virus Covid-19 variam Kappa ini hampir serupa dengan virus varian Delta. Dimana penyebaran sangat mudah memaparkan dari satu orang ke orang lain. Maka dari itu, Lesty meminta kepada masyarakat untuk tetap ketat menjaga protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah.

"Namanya virus jika sudah ada di Indonesia tentu akan cepat menyebar di daerah-daerah. Inilah fungsinya kita mengurangi mobilitas dan tetap menjaga prokes ketat untuk menekan penyebaran virus," jelas Lesty.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved