Breaking News:

1.100 Orang Jalani Vaksinasi di Unika Musi Charitas

Program vaksinasi massal dalam kegiatan Serbuan Vaksinasi untuk wilayah Sumsel telah dilakukan sejak 26 Juni lalu.

Editor: Vanda Rosetiati
SRIPO/JATI
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin kepada peserta pada kegiatan Serbuan Vaksinasi kerja sama Korem 044/Garuda Dempo dengan Universitas Katolik Musi Charitas dan Walubi Sumsel, Sabtu (3/7/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pemerintah terus menggencarkan pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Di Palembang, vaksinasi pun dilakukan di berbagai fasilitas publik yang menjadi pusat vaksinasi (vaccine center) salah satunya di Universitas Katolik Musi Charitas.

Komandan Korem 044/Garuda Dempo, Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji, mengatakan, program vaksinasi massal dalam kegiatan Serbuan Vaksinasi untuk wilayah Sumsel telah dilakukan sejak 26 Juni lalu. Pada program ini provinsi Sumsel 31.696 sasaran yang pelaksanaannya diinstruksikan untuk TNI.

"Sasaran setiap hari untuk TNI adalah 4.966 orang. Alhamdulillah bisa capai lebih dari target pemerintah 204.965 sasaran. Hari ini dipusatkan di Universitas Katolik Musi Charitas ada 1.100 di Sako 500 ada 1.600 sasaran," katanya, saat meninjau kegiatan Serbuan Vaksinasi kerja sama Korem 044/Garuda Dempo dengan Universitas Katolik Musi Charitas dan Walubi Sumsel, Sabtu (3/7/2021).

Adapun tenaga vaksinasi yang dikerahkan untuk program vaksinasi ini terdiri dari 16 tim yang telah tersebar di seluruh wilayah Sumsel

"Ke depannya akan lebih masif lagi. Apalagi, sesuai arahan Presiden, usia 12-17 tahun sudah bisa divaksin, tidak hanya lansia dan orang yang mobilitas tinggi tapi anak-anak yang akan sekolah," ujarnya.

Rektor Universitas Katolik Musi Charitas, Antonius Singgih Setiawan, menyebutkan, Universitas Katolik Musi Charitas sebagai mitra pelaksana program vaksinasi ini.

Dari Universitas, ada 450 mahasiswa yang mengikuti vaksinasi selain di antaranya juga alumni, keluarga civitas akademi dan masyarakat sekitar kampus.

Menurutnya, vaksinasi ini sebagai persiapan untuk perkuliahan luring meskipun keputusan pembukaan kegiatan tatap muka dari otoritas Dirjen Pendidikan Tinggi.

"Semoga dengan disuntik vaksin mahasiswa punya kekebalan. Ini tentu langkah baik. Dosen dan pegawai sudah mendapatkan vaksin dua bulan sebelumnya," ujar Antonius. (sp/jati)

Ikuti Kami di Google Klik

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved