Breaking News:

Berita Sriwijaya FC

Sriwijaya FC Bicara Tentang Pemotongan Gaji Para Pemain Usai Liga 2 Dipastikan Ditunda

Sriwijaya FC Bicara Tentang Pemotongan Gaji Para Pemain Usai Liga 2 Dipastikan Ditunda

Editor: Slamet Teguh
Instagram @sriwijayafc.id
Skuad Sriwijaya FC saat melakukan Pemusatan Latihan 

TRIBUNSUMSEL.COM - Gelaran Liga 2 Indonesia dipastikan bakal kembali ditunda.

Hal itu tak lepas karena penyebaran Covid-19 yang terus meningkat.

Meski Sekjen PSSI Yunus Nusi menyatakan pihaknya menyerahkan pemotongan gaji dan kontrak pemain ke klub, namun Sriwijaya FC masih belum mengambil keputusan. 

"Kita tunggu aja regulasinya. Kemungkinan pimpinan klub gimana. Kalau diserahkan ke klub, kita akan lihat perkembangan kondisi terakhir. Kita belum mengambil keputusan ataupun kesimpulan," ungkap Sekretaris PT SOM (Sriwijaya Optimis Mandiri) Faisal Mursyid SH ketika dikonfirmasi Sripoku.com, Jumat (2/7). 

Beberapa klub Liga 1 dan Liga 2 diduga masih menerapkan pemotongan gaji saat ini. Situasi pandemi COVID-19 yang belum usai dinilai menjadi alasan para klub.

Adapun kebijakan pemotongan gaji awalnya adalah aturan dari PSSI semasa Liga 1 2020 rehat karena pandemi virus Corona. Misalnya ada SKEP48 yang mengatur angka 25 persen sebagai nilai gaji maksimal, SKEP53 yang membebaskan klub untuk menggaji di kisaran 50 persen, dan yang paling baru adalah SKEP69.

Baca juga: Sriwijaya FC Resmi Hentikan Perburuan Pemain Baru Termasuk Penyerang Naturalisasi

Baca juga: Sikap Sriwijaya FC Usai Piala Walikota Solo 2021 Resmi Ditunda

Di SKEP69 ini, klub kembali dibebaskan untuk menggaji pemain di kisaran 25 persen, sebagaimana diterbitkan PSSI pada 26 Januari lalu. Tapi PSSI menegaskan bahwa kebijakan itu sudah tidak berlaku lagi.

Tapi PSSI juga tak melarang para klub untuk memotong gaji para pemainnya. Alasannya, kompetisi Liga 1 dan Liga 2 belum berjalan. Dan teranyar kompetisi ditunda hingga akhir Juli 2021.

"Tentang kontrak para pihak yang menyangkut klub semuanya, kami serahkan ke klub. Apa yang pernah disampaikan terkait pemberian gaji 25 persen itu kan berlaku pada 2020," kata Sekjen PSSI Yunus Nusi dalam keterangannya.

"Pada musim ini, kami serahkan ke kawan-kawan klub kontraknya. Jadi, tentang itu, kami serahkan ke klub," ujarnya lagi.
Klub Sriwijaya FC juga tak ingin masuk dalam deretan klub Liga 2 disebut-sebut yang masih menunggak gaji eks dua Wing Back Sriwijaya FC Derry Herlangga dan Tedi Berlian yang sudah dilepas Kamis (27/8/2020) lalu. Padahal saat itu SFC sudah menjalankan apa yang menjadi arahan PSSI karena terkait masa pandemi. 

"Kondisinya kan beda. Kita belum bisa berasumsi," kata Faisal. (fiz) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved