Breaking News:

Hilangkan Dokumen Negara Bisa Dipidana Lima Tahun

Masih banyak yang memandang sebelah mata dengan pengelolaan kearsipan.

Editor: Prawira Maulana
ARDANI
Sosialisasi Penyediaan Informasi, Akses dan Layanan Kearsipan Tingkat Daerah Kabupaten Muara Enim Melalui Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN) Tahun 2021 di Hotel Griya Serasan Sekundang Muara Enim, Selasa (29/6/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARA ENIM - Masih banyak yang memandang sebelah mata dengan pengelolaan kearsipan. Padahal, jika terbukti secara sengaja atau tidak menghilangkan dokumen negara, bisa dijerat pidana hukuman kurungan hingga lima tahun.

"Jangan lagi menganggap enteng tentang kearsipan, sebab jika menghilangkan arsip itu bisa dipidana, dipenjara lima tahun sesuai Undang-Undang nomor 43 (Tahun 2009) dengan denda Rp500 juta," kata Bupati Muara Enim yang diwakili Asisten Administrasi Umum Ir Maryana pada saat membuka kegiatan Sosialisasi Penyediaan Informasi, Akses dan Layanan Kearsipan Tingkat Daerah Kabupaten Muara Enim Melalui Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN) Tahun 2021 di Hotel Griya Serasan Sekundang Muara Enim, Selasa (29/6/2021).

Kegiatan dihadiri juga oleh Kepala Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Muara Enim Panca Surya Diharta SH MH, Narasumber Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan ANRI Dra Sumrahyadi MIMS, Direktur Kearsipan Daerah II ANRI (Arsip Nasional RI) Dra Amieka Hasraf MM, Kabid Pembinaan Dinas Kearsipan Provinsi Sumsel Drs Ilham Jaya MM, dan 80 peserta yang terdiri dari Kasubbag Umum pada OPD sebanyak 35 orang, Kasubbag  Umum pada kecamatan sebanyak 22 orang dan Pengelola Arsip sebanyak 23 orang.

Menurut Asisten Administrasi Umum Ir Maryana bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi peserta agar mampu mengelola kearsipan secara efektif dan efisien dalam lingkungan unit kerja masing-masing. Selain itu, untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan kearsipan melalui peningkatan peningkatan kualitas sumber daya manusia sehingga arsip sebagai sumber informasi dapat memberikan kontribusi terhadap terwujudnya pemerintahan yang bersih dan berwibawa.

Dikatakan Maryana, bahwa sebagaimana kita ketahui bahwa arsip adalah naskah-naskah yang dibuat dan diterima oleh lembaga-lembaga negara dan pemerintah dalam bentuk dan corak apapun baik dalam keadaan tunggal maupun berkelompok dalam rangka pelaksanaan kegiatan pemerintahan baik berbentuk arsip konvensional (kertas) maupun arsip elektronik (suara, gambar video, aplikasi) yang harus dipelihara dan dilestarikan sebagai arsip sejarah pembangunan bangsa terutama di Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Mengingat betapa pentingnya arsip bagi keberlangsungan kegiatan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Muara Enim serta upaya pelestarian arsip statis dalam kaitan dengan sejarah dan eksistensi Kabupaten Muara Enim upaya yang telah dilakukan pemerintah Kabupaten Muara Enim untuk meningkatkan pengetahuan kepada pengelola arsip di perangkat daerah melalui BKP SDM telah melaksanakan bimtek kearsipan pada seluruh OPD selama lim hari, juga telah melakukan sosialisasi terkait penyediaan informasi akses dan layanan kearsipan yang pesertanya juga dari OPD.

"Saya berharap kepada para peserta agar dapat mengikuti sosialisasi ini dengan sebaik-baiknya sampai selesai dan memperhatikan dengan cermat  setiap materi yang disampaikan oleh narasumber," tegasnya.

Selama ini masalah kearsipan belum dikelola secara optimal padahal betapa pentingnya arsip sebagai bukti dan data yang otentik terutama jika kita ingin mencari dan menelusuri kembali berbagai dokumen penting dalam kaitan dengan sejarah terbentuknya Kabupaten Muara Enim dan hal-hal lainnya berupa berbagai produk hukum dan sebagainya sehingga kita sering mengalami kesulitan untuk mencari dan menemukan kembali.

Untuk itu gunakanlah kesempatan ini dengan sebaik-baiknya sehingga seluruh peserta dapat memahami dan mendalami materi kearsipan yang diberikan dan kedepannya arsip statis yang ada di organisasi perangkat daerah dapat disimpan ke Depot Arsip yang dikelola dinas perpustakaan dan kearsipan Kabupaten Muara Enim. Kedepan, kepada Dinas perpustakaan dan kearsipan Kabupaten Muara Enim beserta perangkat daerah untuk lebih mengoptimalkan lagi tugas dan fungsinya agar pengelola arsip dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengelolaan prevosisi, Autentifikasi dan Penyusutan Arsip, sehingga arsip yang disimpan baik arsip aktif dan arsip statis lebih berguna dan terjaga.
"sekali lagi saya sampaikan kepada peserta untuk dapat mengikuti kegiatan ini secara seksama dan dapat mengimplementasikan kepada OPD masing-masing," tutupnya.(ari)

 
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved