Breaking News:

Kredit Macet BPR Sumsel Turun 3 Persen 

Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Sumsel berhasil menekan angka kredit macet (NPL) dari 18,8 persen menjadi 15,9 persen. 

Penulis: Hartati | Editor: Prawira Maulana
HARTATI
Kantor BPR Sumsel. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Sumsel berhasil menekan angka kredit macet (NPL) dari 18,8 persen menjadi 15,9 persen. 

Kredit macet turun karena hutang debitur berhasil ditarik Rp 5,6 miliar sehingga tersisa Rp 18,9 miliar. 

Keberhasilan ini dilakukan karena debitur menunggak pembayaran terus dikejar sehingga ada yang menyerahkan secara sukarela aset yang menjadi agunan, aset agunan dilelang untuk melunasi utang hingga kasus menunggak bayar ini bawa ke pengadilan. 

"Cara kekeluargaan hingga cara perdata kita lakukan dan alhamdulilah berhasil sehingga kredit macet semakin kecil," ujar Direktur Utama BPR Sumsel Marzuki, Kamis (24/6/2021). 

Hingga akhir tahun NPL ditargetkan di bawah 10 persen sehingga semakin sedikit hutang debitur.

Penyaluran kredit juga ditargetkan tumbuh 5 persen dan tidak ingin muluk-muluk karena di masa pandemi pertumbuhan ekonomi masih sangat menantang karena bertahan saja masih bagus. 

Semester pertama tahun ini BPR 
mencatat pertumbuhan kinerja penyaluran kredit tumbuh 2,5 persen. 

Kredit yang disalurkan BPR Sumsel hingga Juni sebesar Rp 25,5 miliar dari total target penyaluran kredit Rp 54 miliar. Target ini lebih besar Rp 8 miliar dari target tahun lalu sebesar Rp 46 miliar. 

"Kita optimis hingga akhir tahun target penyaluran kredit dan target lainnya tercapai," tambah  Marzuki. 

Meski optimis penyaluran kredit bisa dicapai namun BPR juga menyalurkannya tetap dengan prinsip kehati-hatian. BPR memiliki menyalurkan kredit pada pegawai dengan gaji tetap seperti ASN dan BUMN. Sementara itu bagi UMKM penyaluran kredit disalurkan bagi UMKM yang dampaknya minimal seperti yang bergerak dibidang kesehatan, telekomunikasi dan rumah makan. 

"Bunga kredit bagi ASN dan BUMN sangat kecil 0,76 persen per bulan dan bagi UMKM 1 persen flat," tutup Marzuki.(tnf) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved