Berita Palembang
Pasal Kabel Listrik, Tukang Es Keliling di 15 Ulu Ini Dibacok Oleh Tetangganya Sendiri
Nasib sial dialami oleh Solihin (41) warga Jalan Aiptu A Wahab Kelurahan 15 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I.
Penulis: Melisa Wulandari | Editor: Prawira Maulana
Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Melisa Wulandari
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Nasib sial dialami oleh Solihin (41) warga Jalan Aiptu A Wahab Kelurahan 15 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I.
Pria yang kesehariannya bekerja sebagai tukang es keliling ini diduga dikeroyok oleh satu keluarga yang merupakan tetangganya sendiri sehingga menyebabkan luka luka di sekitar kepala dan mukanya, Selasa (22/6/2021) sekitar pukul 16.00.
Leni (38) istri dari Solihin (41) membeberkan awal mula kejadian pembacokan yang dialami suaminya ini, berawal dari kabel listrik milik rumah tetangganya ini melintang di depan rumahnya.
“Kabel listrik rumah dia itu melintang di depan rumah kami. Suami saya ini lagi di luar rumah, lagi bersih bersih ranting pohon di depan rumah terus kena kabel listrik punya mereka,” ujar Leni, Rabu (23/6/2021).
Leni menambahkan saat suaminya Solihin bersih bersih ranting pohon dan mengenai kabel listrik tetangganya, Solihin sempat memberitahu tetangganya soal ranting pohon yang mengenai kabel listrik milik tetangganya.
“Suami saya ini malah sempat ngomong ke dia (tetangga rumahnya) untuk benerin kabel listrik yang kena ranting. Eh dia ini malah tersinggung. Mulai dari Sobri (pelaku), istri dan saudaranya ngeroyok suami saya. Si sobri ini bacok suami saya pakai parang,” jelas Leni.
Selanjutnya, Solihin sempat mengatakan kepada tetangganya kalau kabel listriknya terkena ranting dan meminta jangan marah dulu karena dirinya tidak ada maksud jahat.
“Ya suami saya ini kan sempet ngomong ke dia seperti ini, kabel listrik kamu ini kena ranting pohon pas bersih bersih kalau ada lampu mati ngomong ya jangan marah. Eh tetangga kami ini malah ngoceh marah marah, tersinggung lah intinya,” beber Leni.
Leni mengatakan suaminya sempat tertunduk tak sadar di depan rumah dan menghadap ke sungai.
“Kemudian tetangga kami ini keluar dari rumah langsung membacok suami saya dengan menggunakan parang sampai kepala bagian kiri suami saya ini robek, pelipis, jidat dan telinga juga terluka. Dia ini bacok suami saya sendirian tapi ada yang ngomong ke saya, suami saya ini dikeroyok orang tiga termasuk si Sobri (diduga pelaku pembacokan) yang bacok suami saya,” jelas Leni.
Menurut Leni, pertengkaran dengan tetangganya ini sudah sering terjadi selama 4 tahun terakhir ini.
“Mereka ini sering melempari rumah kami dengan batu setiap malam, pokoknya bikin kami gak betah tinggal di rumah sendiri,” jelasnya.
Lima tahun bertetangga, Leni dan Solihin merasa tidak tenang bahkan ada niatan akan menjual rumahnya karena sering diganggu.
“Kami ini kan sudah lima tahun tinggal di sana, jadi selama lima tahun bertetangga sama mereka ini gak pernah merasa tenang bahkan kami mau jual rumah tapi setiap ada niatan jual rumah, ada orang yang minat mau beli tapi mereka ini melempari batu ke arah rumah kami kan jadi orang takut karena ulah mereka itu,” katanya. (Elm)