Breaking News:

Berita Video Terbaru

Video Penyebab Perceraian di OKU Timur Meningkat Tiga Tahun Terakhir

Pengadilan Agama (PA) Kabupaten OKU Timur mencatat bahwa angka perceraian cenderung tinggi dan meningkat sejak tiga tahun terakhir.

Editor: Euis Ratna Sari

TRIBUNSUMSEL.COM - Pengadilan Agama (PA) Kabupaten OKU Timur mencatat bahwa angka perceraian cenderung tinggi dan meningkat sejak tiga tahun terakhir.

Diketahui pada 2019 tercatat sebanyak 817 perkara dan meningkat di tahun 2020 yang mencapai hingga 1.102 perkara kasus perceraian.

Sedangkan di tahun 2021, terhitung sudah 534 perkara yang sudah terdaftar dan diproses sampai dengan 15 Juni 2021.

Syarifah Aini Ketua Pengadilan Agama Martapura OKU Timur menyebutkan, rata - rata faktor ekonomi menjadi penyebab utama tingginya angka perceraian, terutama gugat cerai dari istri terhadap suami.

''Rata-rata faktor ekonomi seperti penghasilan suami lebih kecil atau suami yang tidak bekerja, lalu disusul faktor KDRT yang menjadi alasan gugatan," kata Syarifah. Senin (21/6/2021).

Sejak tiga tahun terakhir, sambungnya, cerai gugat yang diajukan pasangan perempuan angkanya terus meningkat.

''Angka kasus cerai gugat dari pasangan perempuan lebih tinggi dibandingkan dengan kasus cerai talak, dan kembali faktor ekonomi sebagai penyebab utama gugat cerai," bebernya.

Dijelaskannya, setiap kasus penggugat cerai, baik perempuan maupun laki - laki, terlebih dahulu dilakukan mediasi agar kedua belak pihak mendapatkan arahan dan menemukan jalan terbaik sebelum disidang.

''Tidak semua perkara berujung perpisahan, ada sebagian yang rujuk kembali setelah dimediasi,'' tutupnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved