Breaking News:

Berita Lubuklinggau Hari Ini

Antusias Warga Bayar Pajak Menurun Drastis, Samsat Lubuklinggau Jemput Bola Tagih ke Rumah

Kami mendatangi wajib pajak, sesuai dengan data base kami datangi langsung, kami prioritaskan tunggakan yang lebih besar khususnya roda empat.

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/EKO HEPRONIS
Kepala Tata Usaha UPTB Samsat Lubuklinggau, Heriyanto. 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Pasca adanya pemutihan pembayaran pajak tahun 2020 lalu jumlah wajib pajak yang membayar pajak di Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kota Lubuklinggau Sumsel menurun drastis.

Kepala UPTB Bapenda Provinsi Sumsel, Lubuklinggau, Addi Ramdoni melalui Kepala Tata Usaha, Heriyanto mengatakan penurunan antusiasme masyarakat membayar pajak ini karena faktor ekonomi yang belum stabil.

"Karena saat itu (pemutihan) antusiasme tinggi karena ada program pemutihan, sementara tahun ini tidak ada program pemutihan, walaupun wajib pajak yang datang sekarang relatif stabil baik motor dan mobil," ungkapnya pada wartawan, Senin (21/6/2021).

Ia mengungkapkan, termasuk untuk tahun ini target yang dibebankan pemerintah provinsi tahun ini melaui samsat Lubuklinggau diturunkan menjadi Rp 30,148 Miliar sedangkan BBNKB Rp 26,800 Miliar.

Bahkan, akibat turunnya antusiasme masyarakat membayar pajak, target sampai dengan triwulan kedua ini untuk target tahapan belum mencapai target, karena sampai baru mencapai Rp 14 miliar.

"Artinya pencapaian sampai dengan saat ini baru 46 persen, artinya masih kurang 4 persen lagi untuk mencapai 50 persen di bulan ini, termasuk BBNKB baru mencapai 40 persen atau Rp. 10,880 Miliar atau kurang dari 10 persen," ujarnya.

Baca juga: Mutasi 9 Perwira Polres Musi Rawas, Ada Nama Kasat Lantas AKP Budi Harto, Ini Rinciannya

Untuk itu, sebagai upaya memaksimalkan pendapatan pihaknya melakukan jemput bola penagihan terhadap wajib pajak yang menunggak, karena ada instruksi tingkat satu harus melakukan jemput bola ke rumah-rumah warga.

"Kami mendatangi wajib pajak, sesuai dengan data base kami datangi langsung, kami prioritaskan tunggakan yang lebih besar khususnya roda empat tunggakan diatas dua tahun," ujarnya.

Ia menambahkan, program jemput bola ini sudah dilakukan pihaknya sejak bulan Januari lalu sampai saat ini, total tunggakan yang terdata saat ini mencapai 2.000 kendaraan yang menunggak.

"Hasilnya ketika dilakukan jemput bola sejak Febuari kemaren, baru terealisasikan sebanyak 700 kendaraan atau 45 persen dari jumlah tunggakan, penagihan secara acak," paparnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved