Breaking News:

Ratusan Balon Kades Peserta Pilkades Serentak di OKI Ikuti Medikal Checkup di RSUD Kayuagung

Sebanyak 455 bakal calon kepala Desa (Balon Kades) dari 157 Desa yang ada di Kabupaten Ogan Komering Ilir menjalani tes kesehatan.

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/WINANDO
Sebanyak 455 bakal calon kepala Desa telah menjalani pemeriksaan tes kesehatan yang digelar oleh RSUD Kayuagung, Sabtu (19/6/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG - Sebanyak 455 bakal calon kepala Desa (Balon Kades) dari 157 Desa yang ada di Kabupaten Ogan Komering Ilir menjalani tes kesehatan atau medical check-up di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung, Sabtu (19/6/2021) siang.

Bakal calon Kades OKI tersebut menjalani medical check up sejak 15 – 19 Juni 2021, dan menjalani enam tahapan pengecekan oleh tim dokter rumah sakit.

Ke enam pemeriksaan itu meliputi pemeriksaan umum, mata, gigi, EKG, Laboratorium, Radiologi atau Rongten.

Seluruhnya akan mengikuti tahapan sesuai dengan jadwal yang ditentukan oleh dinas pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa (DPPMPD) Kabupaten OKI.

"RSUD Kayuagung ditunjuk oleh DPMPD untuk memeriksa balon kades yang berasal dari 18 kecamatan dan telah berakhir dengan lancar hari ini," terang Dr. Hj. Asri Wijayanti, Direkrur RSUD Kayuagung kepada Tribunsumsel.

Menurut Asri, RSUD Kayuagung merupakan rumah sakit yang ditunjuk untuk melakukan medical check up (MCU), salah satu pemeriksaan yang menjadi perhatian khusus sebelum adanya penetapan calon Kepala Desa.

"Kami melakukan pemeriksaan secara selektif, pemeriksaan umum lab dan rontgen yang kemudian dikonsultasikan dengan dokter spesialis penyakit dalam yang semuanya diawasi secara ketat dan menyeluruh," tuturnya.

Sementara itu, untuk biaya pemeriksaan dibebankan kepada masing-masing calon kepala desa, dengan nilai Rp 890.000.

"Pembagiannya untuk biaya pemberkasan kesehatan sesuai perda yaitu Rp 490.000 dan biaya pemberkasan kesehatan rohani sebesar Rp 400.000 yang bekerjasama dengan Himpunan Psikologi Indonesia atau Himpsi," jelasnya.

"Semuanya murni pembiayaan test kesehatan yang merupakan syarat wajib bagi para bakal calon kades," pungkasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved