Berita PALI

Warga Desa Betung PALI Cari Pinjaman, PLN Beri Tenggat Waktu Mencicil Tunggakan

Pelanggan listrik di Desa Betung Kecamatan Abab Kabupaten PALI merasa kecewa lantaran penerangan dikediamannya diputus pihak PT PLN.

SRIPOKU/REIGAN
Situasi saat petugas gabungan melakukan pemutusan listrik kepada warga di Desa Betung Kecamatan Abab Kabupaten PALI. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALI – Pelanggan listrik di Desa Betung Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) merasa kecewa lantaran penerangan dikediamannya diputus pihak PT PLN.

Hal demikian dilakukan perusahaan plat merah tersebut lantaran tunggakan warga di Desa Betung kini sudah mencapai Rp 1M meski ada beberapa pelanggan listrik yang melakukan cicilan tunggakan serta pelunasan.

Rahman (37) seorang warga Desa Betung yang aliran listriknya diputus pihak PLN mengaku sangat kecewa dengan keputusan pihak perusahaan plat merah ini.

Dirinya mengaku solusi yang diberikan pihak PLN dianggap sedikit memberatkan warga, mengingat kondisi ekonomi saat ini tengah pandemi Covid-19.

Dijelaskan, pihak PLN memberikan solusi agar dilakukan cicilan 10 persen dari total tunggakan, sementara dirinya yang sejak Tahun 2016 tunggakan hampir mencapai Rp16 juta.

“Bagi kami yang perekonomiannya tak menentu tentu sangat berat untuk 10 persen itu. Kami terpaksa bergelap-gelapan sudah dua hari ini,” ungkapnya.

Baca juga: Jadwal Pelantikan Bupati-Wakil Bupati PALI Terpilih, Sekda: Dilantik Gubernur di Griya Agung

Sementara, (30) Dita Ibu rumah tangga salah seorang pelanggan PLN mengaku dirinya sudah kesana kemari mencari pinjaman untuk memenuhi ciclan 10 persen yang diberikan solusi oleh pihak PLN. 

“Kemarin sempat listrik rumah kami diputus. Tadi sudah dapat pinjaman untuk melakukan cicilan sehingga Kwh listrik berbayar Kembali dipasang,” katanya, Kamis (17/6/2021).

Dijelaskan, sebenarnya warga enggan membayar lantaran selain pelayanan yang kurang baik, seperti kerap matinya listrik baik siang bahkan malam hari.

Selain itu, jumlah tagihan listrik yang tidak sesuai terhitung sejak Tahun 2012 lalu.

Sehingga dianggap ada oknum perusahaan yang bermain dalam meningkatkan tagihan listrik warga.

Dimana, tagihan biasanya dari Rp 80-Rp90ribu meningkat drastis menjadi Rp350-Rp400 ribu per bulannya.

“Kami kecewa karena tidak sesuai. Jangan seolah-olah masyarakat terus yang disalahkan. Coba tolong dibenahi system dan berikan pelayanan terbaik terlebih dahulu kepada masyarakat,” katanya.

Baca juga: Tunggakan Rp 10 hingga 70 juta per Pelanggan, Ratusan Listrik Warga di PALI Terancam Diputus

Sementara Manager PLN Rayon Pendopo Teddy Triadi mengatakan, bahwa pihaknya akan melakukan pemutusan kepada warga yang enggan melakukan pelunasan atau cicilan terhadap tunggakan listrik.

“Kami berikan tenggat waktu selama beberapa hari kedepan untuk menyicil tagihan sehingga tidak dilakukan pemutusan. Namun jika tidak kami juga akan terus melakukan pemutusan listrik warga yang enggan menyepakati solusi ini,” katanya.

“Terkait jumlah pastinya belum bisa kita jelaskan. Yang jelas memang data yang ada masih ada 80 persen warga yang nunggak bayar listrik,” katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved