Breaking News:

Berita Palembang

Sering Diminta Pindah, Pedagang BKB Minta Disediakan Tempat Berjualan Permanen

Pedagang di dekat BKB mendadak panik dengan kehadiran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota Palembang datang pada Kamis (17/6/2021) sore

Editor: Yohanes Tri Nugroho
SRIPOKU/JATI
Lapak dagangan pedagang BKB yang harus digeser karena adanya operasi rutin penertiban pedagang oleh Satpol PP Kota Palembang, Kamis (17/6/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG — Beberapa pedagang di kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) tampak panik ketika petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota Palembang datang pada Kamis (17/6/2021).

Mereka seketika menggeser lapak dagangannya dari kawasan wisata di dekat jembatan Ampera ini.

Salah satu pedagang di BKB yang diminta memindahkan lapak dagangannya, Tuti, meminta pemerintah kota Palembang untuk menyediakan tempat berjualan permanen agar merasa nyaman saat berdagang.

"Saya sudah dua tahun berjualan di sini. Jualan Thai Tea. Saya mau sekali ada tempat jualan yang tidak harus pindah-pindah kalau ada Pol PP," ujar Tuti.

Baca juga: Kobaran Api Membumbung Tinggi di Jalan Bangau Palembang Kamis Petang, Ini Kata Lurah Duku

Perempuan berhijab ini menyebut rela saja membayar biaya sewa tempat lebih mahal dari harga sewa berjualan di kawasan ini. Saat ini dia harus membayar sewa Rp10 ribu per hari.

Dia mengatakan jika sedang ramai pembeli dalam sehari bisa mengantongi omzet hingga Rp500 ribu.

"Tidak apa-apa bayar sewa mahal asal tidak harus geser gerobak. Tiap hari harus geser gerobak terus," kata dia. 

Sementara itu, Komandan Regu Patroli 8 Satpol PP kota Palembang, Arry Ardiansyah, menjelaskan, operasi penertiban  pedagang di Benteng Kuto Besak oleh Satpol PP Kota Palembang ini rutin dilaksanakan saban hari mulai pukul 15.00 WIB.

Baca juga: Terbukti Langgar Peraturan dan Prokes, Kafe di Demang Lebar Daun Palembang Didenda Rp 15 Juta

Terlebih, saat ini kota Palembang ditetapkan sebagai daerah zona merah Covid-19 sehingga kawasan wisata BKB harus ditutup untuk meminimalisasi penularan.

"Di BKB tidak diperkenankan mengelar dagangan sehingga kami menggelar operasi penertiban. Operasi dilakukan sore hari karena di waktu tersebut para pedagang mulai membuka lapak," jelasnya.

Arry mengimbau pedagang di kerap ditertibkan di kawasan BKB ini dapat memahami bahwa tempat wisata tidak diperkanankan untuk mengelar dagangan.

"Apalagi, sekarang masih pandemi Covid-19. Kalau jualan di sini bisa menimbulkan kerumunan massa," ujar Arry

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved