Berita Video Terbaru

Video Angelina Sondakh Kalah Peruntungan, Lama Hukuman Ditambah Tapi Vonis Jaksa Pinangki Dipotong

Potongan Hukuman dari pihak Pengadilan Tinggi DKI Jakarta didapatkan oleh Mantan jaksa Pinangki Sirna Malasari.

Editor: Euis Ratna Sari

TRIBUNSUMSEL.COM - Potongan Hukuman dari pihak Pengadilan Tinggi DKI Jakarta didapatkan oleh Mantan jaksa Pinangki Sirna Malasari.

Pinangki divonis 10 tahun penjara dan denda Rp600 juta dalam putusan tingkat pertama yang dijatuhkan pada 8 Februari 2021.

Hukuman penjara 6 bulan akan ditambahkan jika denda tak dibayarkan.

Hal itu tertuang di dalam Putusan nomor 10/PID.SUS-TPK/2021/PT DKI yang diputuskan pada Selasa (8/6/2021).

Dalam putusan itu Pinangki divonis hukuman terhadap Pinangki selama 4 tahun penjara dan denda Rp 600 juta.

Jika denda tak dibayarkan, maka diganti dengan pidana penjara selama 6 bulan.

Artinya, lama hukuman bagi Pinangki turun 6 tahun dari sebelumnya.

Dikutip dari Tribunnews.com, dalam putusan pengadilan yang ditayangkan laman Mahkamah Agung (MA), majelis hakim tingkat banding menilai putusan yang dijatuhkan majelis hakim tingkat pertama terlalu berat.

Selain itu pertimbangan lainnya adalah Pinangki kini memiliki seorang balita berusia 4 tahun, sehingga layak diberi kesempatan untuk mengasuh sang anak.

Berkaca pada pertimbangan tersebut, mari mundur ke tahun 2013, dimana seorang mantan politisi Demokrat, Angelina Sondakh divonis 10 tahun penjara karena terbukti terlibat skandal korupsi proyek Hambalang.

Awalnya, di tingkat majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan vonis 4,5 tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider kurungan enam bulan kepada Angelina Sondakh pada 10 Januari 2013.

Tak puas, ia mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta.

Namun, majelis hakim memperkuat hukuman mantan Puteri Indonesia itu.

Angelina Sondakh mengajukan kasasi.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved