Breaking News:

Berita Muaraenim

Pj Sekda Perjuangkan Penyelesaikan Tapal Batas Muara Enim - Ogan Ilir

Pj Sekda Muaraenim terus perjuangkan penyelesaian masalah tapal Batas Muaraenim-Ogan Ilir,Rabu,(16/5/2021).

Penulis: Ika Anggraeni | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/IKA
Suasana penandatangan kesepakatan terkait penyelesaian masalah tapal batas Kabupaten Muaraenim dan Ogan Ilir 

TRIBUNSUMSEL.COM,MUARAENIM- Pj Sekda Muaraenim terus perjuangkan penyelesaian masalah tapal Batas Muaraenim-Ogan Ilir,Rabu,(16/5/2021).

Seperti yang dikatakan Pj Sekda Muaraenim,Emran Tabrani untuk menyelesaikan masalah tapal batas tersebut pihaknya telah melakukan pertemuan konsolidasi dengan Tim PBD Kabupaten Ogan Ilir di ruang Bina Praja Kantor Gubernur Sumatera Selatan.

Dalam rapat yang yang dipimpin Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Provinsi Sumatera Selatan Ir. SA Supriono, M.M. dan dihadiri oleh Plt. Kepala Biro Pemerintahan dan Otda Dr. Sri Sulastri, S.H., M.Si., dan Kasubdit Batas Antar Daerah Wilayah I Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan (BAK) Kementerian Dalam Negeri RI, Drs. Wardani, M.A.P., ini membahas tentang penegasan batas daerah antara kedua daerah yang belum tuntas hingga saat ini. 

" Terdapat beberapa poin penting yang tertuang dalam berita acara kesepakatan Nomor 09/BAD/1/Sumsel/VI/2021 yang secara prinsip masing-masing pihak sepakat melakukan penyelesaian dengan mengacu pada dokumen Undang-undang Pembentukan Daerah Otonomi Baru Kabupaten Ogan Ilir,"katanya.

Kemudian lanjutnya Permendagri tentang kode dan data wilayah administrasi pemerintahan, citra satelit, peta rupa bumi, peta topografi TNI Angkatan Darat dan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sumatera Selatan, Nomor 359/SK/I/1988 tentang penegasan sebagian batas antara Kabupaten Daerah Tingkat II Ogan Komering Ilir dengan Kabupaten Daerah Tingkat II Muara Enim sepanjang lebih kurang 14 km yang menjadi rujukan sebagian segmen batas. 

"Selanjutnya masing-masing daerah akan menyerahkan data garis batas daerah kepada tim PBD pusat paling lambat tanggal 25 juni mendatang,"katanya.

Sesuai arahan Pj. Bupati Muaraenim, Dr. H. Nasrun Umar, S.H., M.M., Pj. Sekda menyampaikan bahwa dirinya akan memperjuangkan wilayah Kabupaten Muaraenim yang memang telah sesuai dengan ketentuan, baik secara hukum, sejarah, sosial dan budaya.

"Bahwa nantinya kesepakatan akan dilegalkan dalam Permendagri sehingga menghindari sengketa perbatasan yang berdampak pada konfik masyarakat diperbatasan terutama masyarakat Kecamatan Muara Belida, Kabupaten Muara Enim dengan masyarakat Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir,"katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved