Breaking News:

Sudah 3.823 Pelaku Pungli Ditangkap Polisi Usai Presiden Jokowi Telepon Kapolri

Sudah 3.823 Pelaku Pungli Ditangkap Polisi Usai Presiden Jokowi Telepon Kapolri

Editor: Slamet Teguh
Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung menelepon Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, setelah mendengar keluhan para sopir kontainer di perbatasan Dermaga JICT dan Terminal Peti Kemas Koja, Kamis (10/6/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Usai mendapatkan telepon dari Presiden Jokowi.

Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo tampaknya langsung menurunkan pasukannya.

Telepon singkat Presiden Jokowi ke Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang mengeluhkan pungli di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta membuahkan hasil.

Hanya dalam hitungan jam setelah telepon itu, sejumlah pelaku pungli di sekitar Tanjung Priok ditangkap polisi.

Bahkan empat hari berlalu ribuan preman dan pelaku pungli telah ditangkap polisi.

Sejak saat itu, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan jajaran melakukan penegakan hukum selama empat hari dan telah membekuk 3.823 orang terlibat tindak pidana premanisme dan pungutan liar (pungli).

"Penindakan premanisme data cukup banyak, beberapa polda melakukan penangkapan terhadap mereka-mereka ini, sudah ada jumlahnya," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Gedung Humas Polri, Jakarta, Selasa (15/6/2021).

Rusdi memastikan, seluruh polda menjalankan instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menindak tegas premanisme sesuai dengan permintaan Presiden Joko Widodo.

Lebih lanjut Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Kombes Pol Ahmad Ramadhan menjelaskan, operasi premanisme dan pungli dilaksanakan dari tanggal 11 sampai dengan 14 Juni 2021 di 1.368 titik lokasi.

"Terdapat enam polda yang melaksanakan operasi premanisme dan pungli, Polda Jawa Tengah yang terbanyak jumlah pelaku yang ditindak," kata Ramadhan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved