Breaking News:

Berita Lubuklinggau

Bila Pandemi Tidak Reda, Ayo Ngelong Ke Lubuklinggau Terancam Diundur 2023

Wali Kota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe tengah saat ini tengah mengkaji program Ayo Ngelong Ke Lubuklinggau yang akan difokuskan pada 22-2-2022

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Yohanes Tri Nugroho
Diskominfo Kota Lubuklinggau
Wali Kota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe tengah saat ini tengah mengkaji program Ayo Ngelong Ke Lubuklinggau yang akan difokuskan pada 22-2-2022. 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU --Wali Kota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe tengah saat ini tengah mengkaji program Ayo Ngelong Ke Lubuklinggau yang akan difokuskan pada 22-2-2022 atau lebih dikenal 22222 tahun depan diundur tahun selanjutnya.

"Keputusannya September nanti, apabila pandemi ini tidak bisa dikendalikan mungkin pada saat Oktober saat momen ulang tahun kota akan diumumkan mau dilanjutkan atau dimundurkan ke tahun berikutnya 23-3-2023 atau 23323 kira -kira seperti itu," Kata Nanan pada wartawan, Selasa (15/6/2021).

Baca juga: Wako Lubuklinggau Buka Kegiatan Pembinaan Ormas, OKP dan LSM 

Wali kota yang biasa dipanggil Nanan ini mengungkapkan sebenarnya sangat tidak  berharap untuk diundur, untuk sementara
programnya mengalir saja, karena selama ini uang pemkot juga belum ada yang terpakai dalam program ini.

"Masyarakat perlu tahu Ayo Ngelong ke Lubuklinggau 22222 ini hanya simbol supaya menumbuhkan semangat bagi investor diluar mau melihat Lubuklinggau," ujarnya.

Kemudian, untuk investor lokal (Lubuklinggau) menjadi semangat untuk membenahi usahanya, yang ada uang kembali membuat usaha baru, seperti membuat rumah makan dan membuat cafe baru.

"Anggaran khususnya memang belum ada, termasuk narik program dari luar kemudian dilakukan di Lubuklinggau juga belum ada, hanya ada beberapa seperti fatayat NU sementara lainnya belum ada," ungkapnya.

Baca juga: Pejabat Pemkot Lubuklinggau Ikuti Webinar Sharing Of Knowledge Pinjaman Daerah 

Nanan mengungkapkan alasan belum ada program besar di Lubuklinggau karena belum bisa memastikan mengingat saat ini Indonesia sedang pandemi Covid-19 dimana semua kegiatan dilarang menimbulkan kerumuman.

"Itulah kepastiannya akan diumumkan Oktober sehingga jadwalnya bisa disusun setahun kedepan. Jadi ita lihat sinyalnya kemudian kita bergerak membuat rundown kegiatan di tahun 22222, tapi kalau pandemi belum reda kita geser saja jadi 23323," ujarnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved